
Panduan
Zudaji adalah kuil aliran Koya Shingon yang terletak di Chuo-ku, Kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka. Kuil ini dikenal sebagai salah satu tempat ibadah tertua di wilayah Hamamatsu dan menyembah Yakushi Nyorai sebagai dewa utamanya. Memiliki hubungan sejarah yang mendalam dengan tokoh besar seperti Tokugawa Ieyasu dan Toyotomi Hideyoshi, kuil ini telah menjadi pusat kepercayaan masyarakat setempat selama berabad-abad. Di dalam area kuil, Anda dapat menemukan beberapa aset budaya yang diakui oleh Kota Hamamatsu, menciptakan ruang di mana nilai sejarah dan keindahan alam yang tenang menyatu secara harmonis.
Sejarah kuil ini sangatlah tua, konon didirikan pada tahun 703 (era Temmu) oleh Kaisar Monmu. Legenda menyebutkan bahwa pendiriannya bermula ketika sebuah benda bercahaya ditemukan di dalam laut, dan saat jaring ditarik, patung Yakushi Nyorai ditemukan. Awalnya, kuil ini berada di area Kastil Hamamatsu saat ini, sebelum akhirnya pindah ke lokasi sekarang pada tahun 1000. Sepanjang perjalanannya, kuil ini telah melewati berbagai tantangan sejarah, mulai dari era perang Sengoku, gempa bumi Ansei Tokai tahun 1854, penghapusan Buddhisme di era Meiji, hingga kebakaran akibat serangan udara Hamamatsu tahun 1945. Saat ini, jejak sejarah tersebut dilestarikan melalui bangunan yang dibangun kembali pada tahun 1973 serta Ruang Dokumentasi Sejarah yang didirikan pada tahun 2016.

Salah satu ikon utama di area kuil adalah Nio-mon (Gerbang Nio) yang terletak di depan aula utama. Meskipun secara historis gerbang ini lebih besar, saat ini patung Kongolishi dijaga dengan khidmat di dekat altar. Pengunjung dapat melakukan ibadah dan doa kepada Yakushi Nyorai. Pada tahun 2016, sejalan dengan drama NHK 'Onna Joshu Naotora', sebuah 'Ruang Dokumentasi Sejarah' dibuka di gedung tamu. Di sini, Anda dapat mempelajari sejarah wilayah ini melalui berbagai dokumen visual. Selain itu, keberadaan benda-benda budaya yang diakui pemerintah kota menjadikan tempat ini pusat penting bagi pelestarian budaya lokal.
Zudaji menawarkan pemandangan yang berbeda di setiap musim. Pada musim semi, bunga sakura akan memberikan suasana cerah di sepanjang jalan menuju kuil. Di musim panas, hijaunya pepohonan memberikan kesegaran, sementara di musim gugur, perubahan warna daun menciptakan pemandangan yang dramatis dengan bayangan arsitektur yang indah. Pada musim dingin, suasana menjadi sangat tenang dan jernih. Kami menyarankan kunjungan pada pagi hari untuk merasakan ketenangan maksimal, di mana Anda dapat mendengar suara doa dan alam dengan lebih jelas.
Anda dapat melakukan ibadah atau doa kepada dewa utama. Selain itu, Anda juga dapat mendapatkan Goshuin (stempel suci) sebagai catatan perjalanan spiritual Anda. Harap dicatat bahwa ketersediaan Goshuin atau layanan doa dapat berubah tergantung waktu dan situasi, sehingga disarankan untuk memeriksa informasi terbaru. Melalui Ruang Dokumentasi Sejarah, Anda juga dapat mendalami latar belakang sejarah tanah ini secara lebih mendalam.
Di sekitar Zudaji, terdapat beberapa situs bersejarah lainnya seperti bekas kediaman Matsushita dan Kuil Kumano yang dapat dikunjungi dengan berjalan kaki. Menggabungkan kunjungan ke tempat-tempat ini akan memberikan pengalaman sejarah yang lebih lengkap. Untuk akses, Anda dapat menggunakan bus dari area sekitar Stasiun Hamamatsu yang memiliki banyak fasilitas kuliner dan penginapan.
Saat berkunjung, harap menjaga ketenangan karena ini adalah tempat ibadah. Harap ikuti instruksi setempat mengenai pengambilan foto di dalam aula utama atau area tertentu. Untuk pakaian, disarankan mengenakan pakaian yang sopan dan tidak terlalu terbuka. Pembayaran untuk Goshuin atau donasi umumnya menggunakan uang tunai, jadi siapkan uang tunai secukupnya. Karena keterbatasan papan informasi dalam bahasa Inggris, disarankan untuk mempersiapkan diri sebelumnya. Untuk ibadah biasa tidak memerlukan reservasi, namun untuk upacara khusus, disarankan untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu.