
Panduan
"Yamataka Jindai Sakura" yang terletak di kuil Jisso-ji, Kota Hokuto, Prefektur Yamanashi, adalah pohon kuno jenis Edohigan yang diperkirakan berusia sekitar 2.000 tahun. Dikenal sebagai salah satu dari tiga sakura terbesar di Jepang, pohon ini juga ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional. Lebih dari sekadar tanaman, pohon ini telah menjadi objek pemujaan sejak lama karena dianggap menyampaikan pesan tentang kemuliaan kehidupan. Di sekelilingnya, terdapat sekitar 30 pohon Somei Yoshino yang menciptakan pemandangan hamparan bunga sakura yang luas saat musim semi tiba.
Sejarah pohon ini sangat panjang. Menurut legenda, Yamato Takeru no Mikoto menanam pohon ini saat singgah di wilayah ini dalam ekspedisinya ke arah Timur. Selain itu, terdapat catatan sejarah bahwa pada zaman Kamakura, Pendeta Nichiren pernah mengunjungi tempat ini dan berdoa untuk pemulihan kekuatan pohon tersebut saat melihat kondisi sakura yang melemah. Karena alasan ini, ia juga dikenal dengan nama "Myoho Sakura". Pada tahun 1922, pohon ini ditetapkan sebagai Monument Alam Nasional. Meskipun telah berkali-kali menghadapi bencana alam, pohon ini tetap berdiri kokoh dan terus melebarkan dahan-dahannya hingga saat ini.

Fokus utama kunjungan adalah melihat langsung kemegahan pohon raksasa berusia 2.000 tahun ini. Dengan tinggi sekitar 10 meter dan lingkar batang sekitar 12 meter, struktur pohon ini memberikan kesan mendalam bagi siapa pun yang melihatnya. Hal yang sangat istimewa adalah keberadaan "Sakura Luar Angkasa". Pada tahun 2008, benih dari Sakura Jindai ini dibawa menggunakan pesawat ulang kendali ke luar angkasa dan kembali ke bumi. Menanam kembali benih yang telah menempuh perjalanan luar angkasa ini di area kuil menjadikannya perpaduan unik antara sains dan alam yang sangat langka.
Masa puncak mekarnya sakura biasanya terjadi sekitar tanggal 7 April selama kurang lebih satu minggu. Pada periode ini, pemandangan antara Sakura Jindai yang megah dan deretan Somei Yoshino di sekitarnya akan sangat memukau. Jika cuaca mendukung dengan latar belakang pegunungan Alpen Selatan yang masih bersalju, pemandangan akan menjadi jauh lebih dramatis. Waktu siang hari sangat disarankan untuk fotografi karena warna kelopak bunga akan terlihat sangat cerah.

Di sini, Anda dapat merasakan ketenangan udara tradisional kuil Jepang sambil menyatu dengan kekuatan alam. Mengamati secara dekat sakura yang tumbuh dari benih yang pernah berkelana di luar angkasa adalah pengalaman langka yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Selain itu, Anda dapat merasakan budaya "Hanami" (menikmati bunga) dalam lingkungan yang sakral dan bersejarah di dalam kompleks kuil.
Jisso-ji terletak di kota Takegawa, Hokuto, yang dikelilingi oleh alam yang asri. Area sekitarnya sangat cocok untuk perjalanan darat (driving) atau jalan santai. Karena jalanan di sekitar area ini sering mengalami kemacetan saat musim sakura, sangat penting untuk memeriksa rute perjalanan Anda sebelumnya. Jika menggunakan navigasi mobil, disarankan untuk memasukkan nama "Jisso-ji" (bukan hanya Jindai Sakura) agar sampai ke tujuan dengan akurat.
Mohon perhatikan hal-hal berikut saat berkunjung: