Lewati ke konten
Wakasa (Distrik Preservasi Bangunan Tradisional), Wakasa Town

Panduan

Wakasa (Distrik Preservasi Bangunan Tradisional), Wakasa Town

11 mnt baca

Ringkasan & Daya Tarik

Wakasa (Wakasa-juku) terletak di Kota Wakasa, Distrik Yazu, Prefektur Tottori. Ini adalah kota pedagang yang dulunya berfungsi sebagai kota pos penting. Pada masa abad pertengahan, wilayah ini berkembang sebagai kota di bawah kastil Wakasa-oni, dan sejak era Edo, menjadi kota pos di jalur Wakasa dan jalur Ise yang menghubungkan Tottori dengan Himeji. Pada Agustus 2021, area ini ditetapkan sebagai Distrik Preservasi Grup Bangunan Tradisional Penting oleh pemerintah Jepang. Kawasan ini mempertahankan rumah tradisional (machiya) yang dibangun kembali setelah kebakaran besar di era Meiji, serta desain bangunan yang dirancang khusus untuk pencegahan kebakaran, memberikan nuansa lanskap sejarah Jepang yang sangat kental.

Latar Belakang Sejarah & Budaya

Sejarah wilayah ini berakar dari perkembangannya sebagai kota di bawah kastil Wakasa-oni. Meskipun sempat mengalami tiga kali kebakaran besar pada era Meiji yang menghanguskan banyak bangunan, sebuah rencana rekonstruksi yang mencakup langkah-langkah pencegahan kebakaran disusun oleh organisasi lokal pada tahun 1885 (Meiji 18). Berdasarkan rencana inilah fondasi tata kota saat ini terbentuk. Contohnya, 'Kura-dori' yang dipenuhi oleh deretan gudang dinding putih merupakan hasil dari kebijakan pencegahan kebakaran pasca kebakaran besar. Selain itu, untuk beradaptasi dengan lingkungan bersalju, masyarakat mengembangkan budaya arsitektur unik di mana rumah-rumah dibangun mundur dari jalan, dan terdapat struktur bernama 'Kariya' (atap pelindung) di antara sungai kecil dan rumah, yang berfungsi sebagai adaptasi terhadap lingkungan alam.

Wakasa (Distrik Preservasi Bangunan Tradisional), Wakasa Town 1

Tempat Menarik Utama

Ada beberapa area ikonik di Wakasa-juku yang akan memikat hati pengunjung:

  • *Kura-dori (Jalan Gudang)**: Jalanan indah dengan deretan gudang (kura) berdinding putih. Karena pembatasan jenis bangunan lain demi keamanan setelah kebakaran era Meiji, pemandangan dinding putih yang seragam ini tetap terjaga hingga kini.
  • *Kariya-dori (Jalan Kariya)**: Area yang menampilkan pemandangan unik khas daerah bersalju tebal. Rumah-rumah dibangun mundur sekitar 3 meter dari jalan, dengan sungai kecil di sepanjang jalan dan atap pelindung (Kariya) selebar 1,2 meter. Di bawah atap ini, masyarakat zaman dulu sering menggunakan air untuk mengalirkan salju atau memelihara ikan koi.
  • *Machiya Tradisional**: Deretan bangunan dengan atap genteng atau atap besi bergaya 'kirizuma' yang dibangun antara era Meiji hingga pertengahan Showa, memberikan suasana kota pedagang Jepang tempo dulu.

Rekomendasi Waktu & Musim

Walaupun Wakasa memiliki pesona di setiap musim, waktu terbaik untuk berjalan-jalan adalah di siang hari saat cahaya terang. Sangat disarankan untuk berkunjung saat matahari bersinar agar Anda dapat mengamati detail arsitektur dan aliran air di bawah struktur Kariya dengan jelas. Cahaya alami juga akan membuat foto dinding putih terlihat lebih estetik.

Wakasa (Distrik Preservasi Bangunan Tradisional), Wakasa Town 2

Aktivitas & Pengalaman

Pengalaman utama di sini adalah 'Machiaruki' atau berjalan santai menyusuri kota. Sambil berjalan di jalanan yang dulunya merupakan jalur perdagangan, Anda dapat merasakan perbedaan gaya arsitektur dan kecerdikan hidup masyarakat zaman dulu dalam beradaptasi dengan alam. Karena lokasinya dekat dengan Stasiun Wakasa, tempat ini sangat cocok sebagai destinasi penutup perjalanan kereta api Anda.

Area Sekitar

Selain bangunan bersejarah, terdapat juga fasilitas budaya seperti 'Museum Sejarah dan Etnologi Wakasa' yang menggunakan bangunan gudang putih khas era Meiji. Anda dapat mendalami sejarah dan budaya lokal di sana. Alam di sekitar juga sangat asri, memungkinkan Anda menikmati perpaduan antara wisata sejarah dan keindahan alam.

Wakasa (Distrik Preservasi Bangunan Tradisional), Wakasa Town 3

Perlengkapan, Pakaian & Etika

Berikut adalah panduan untuk kenyamanan Anda:

  • *Pakaian**: Karena jalanan terdiri dari area beraspal maupun batu alam, sangat disarankan memakai sepatu yang nyaman (seperti sneakers). Karena ini adalah kawasan pelestarian, pakaian yang sopan dan tidak terlalu terbuka sangat dianjurkan.
  • *Pembayaran**: Jalan-jalan di area ini gratis, namun siapkan uang tunai (Yen) jika ingin berbelanja di toko atau menggunakan fasilitas di sekitar, karena tidak semua tempat menerima kartu kredit.
  • *Bahasa**: Dukungan bahasa Inggris sangat terbatas di area jalanan. Disarankan membawa aplikasi penerjemah jika ingin berinteraksi lebih dalam.
  • *Reservasi**: Tidak perlu reservasi untuk berjalan-jalan di area kota. Namun, jika ingin mengunjungi fasilitas tertentu, sebaiknya cek situs resmi terlebih dahulu.
  • *Fotografi & Etika**: Harap hormati privasi penduduk setempat. Jangan mengambil foto di properti pribadi tanpa izin dan tetaplah tenang agar tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar. Jangan lupa membawa kembali sampah Anda.