
Panduan
Unngan-ji adalah sebuah kuil Zen bersejarah yang terletak di Kota Otawara, Prefektur Tochigi, yang didirikan pada zaman Kamakura (tahun 1283). Kuil ini memiliki sejarah panjang yang bermula dari pendirian oleh pendeta Kofuku Kenichi dengan dukungan dari tokoh penting Hojo Tokimune. Di dalam area kuil, Anda dapat menemukan berbagai bangunan yang menceritakan perubahan sejarah serta patung-patung Buddha berharga yang termasuk dalam kategori Aset Budaya Penting Nasional. Suasana di dalam area kuil yang tenang dan damai memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan ketenangan batin yang mendalam.
Sejarah kuil ini dapat ditarik kembali hingga tahun 1283 (era Koyo 6). Pendiri kuil, Kofuku Kenichi, adalah seorang biksu yang datang ke Jepang atas undangan dari Hojo Tokimune, seorang tokoh berpengaruh pada masa itu. Meskipun banyak bangunan di kuil ini yang terbakar saat penyerangan Odawara oleh Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1590, gerbang utamanya tetap berdiri kokoh. Gerbang yang ada saat ini diyakini sebagai hasil rekonstruksi pada awal zaman Edo. Selain itu, terdapat catatan perbaikan pada bagian lantai dua gerbang yang menunjukkan adanya renovasi pada tahun 1759 (era Horeki 9), yang membuktikan bagaimana sejarah kuil ini terus dijaga selama berabad-abad.

Daya tarik utama dari Unngan-ji adalah 'Gerbang Unngan-ji' yang merupakan aset budaya terdaftar kota. Gerbang ini memiliki gaya arsitektur dua lantai yang khas dengan atap bergaya Irimoya-zukuri. Lantai pertama memiliki pintu papan di bagian tengah, sementara lantai kedua dilengkapi dengan altar Shumi-dan tempat berderetnya berbagai patung Buddha. Selain itu, di dalam area kuil terdapat harta karun berupa patung 'Butsuo Zenji' dan 'Fukoku Kokushi' yang merupakan Aset Budaya Penting Nasional, serta patung kayu 'Mugaku Sogenza' yang juga merupakan aset penting. Koleksi ini merupakan bukti nyata dari kemajuan teknik seni pahat dan lukisan pada zaman Kamakura. Tak hanya itu, pohon Sugi (Cedar) di Unngan-ji juga merupakan Cagar Alam yang ditetapkan oleh kota, melambangkan keharmonisan antara sejarah dan alam.
Unngan-ji menampilkan wajah yang berbeda-beda di setiap musim. Terutama saat musim di mana alam sekitar diselimuti oleh hijaunya dedaunan yang segar, Anda dapat merasakan harmoni yang sempurna antara bangunan bersejarah dan alam sekitarnya. Meskipun waktu buka spesifik tidak disebutkan secara detail dalam dokumen resmi, kuil ini merupakan tempat praktik meditasi (shugyo-dojo), sehingga sangat disarankan untuk menjaga ketenangan saat berkunjung. Mengunjungi pada siang hari yang terang akan memudahkan Anda untuk mengamati struktur gerbang dan detail patung-patung Buddha dengan lebih jelas.

Di sini, Anda dapat melakukan pengalaman budaya melalui pengamatan arsitektur kuil Zen tradisional dan patung-patung Buddha bersejarah. Mengamati ekspresi pada patung kayu 'Mugaku Sogenza' yang dianggap sebagai mahakarya pahat potret dari zaman Kamakura, serta melihat struktur gerbang bersejarah dari dekat, akan memperdalam pemahaman Anda tentang sejarah Jepang. Berjalan santai di area kuil yang sunyi akan memberikan kesempatan untuk merasakan latar belakang spiritualitas Jepang.
Di sekitar Unngan-ji, terdapat berbagai fasilitas yang memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi sejarah dan budaya Kota Otawara. Misalnya, Anda dapat mengunjungi 'Nasu no Yoichi Denshokan' yang menampilkan pameran terkait tokoh Nasu Yoichi, atau 'Kurobane Basho no Sato' yang berkaitan dengan tradisi Haiku. Menggabungkan kunjungan ke kuil dengan penjelajahan tempat-tempat budaya di sekitarnya akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mendalam.

Saat berkunjung, sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan suasana kuil. Karena fungsi kuil sebagai tempat praktik meditasi, pengunjung diharapkan untuk menjaga ketenangan dan tidak membuat kegaduhan.