
Panduan
Situs Kastil Tsu merupakan situs bersejarah yang ditetapkan oleh prefektur dan terletak di jantung kota Tsu, Prefektur Mie. Pernah menjadi pusat pemerintahan domain Tsu, tempat ini kini telah dikembangkan menjadi 'Oshiro Koen' (Taman Kastil) yang menjadi ruang publik bagi warga setempat. Anda dapat melihat sisa-sisa struktur Honmaru, Nishinomaru, serta sebagian parit dalam (uchibori) yang masih terjaga. Meskipun terletak di tengah area perkotaan, tempat ini menawarkan pengalaman unik untuk merasakan struktur benteng kuno secara dekat, sekaligus berfungsi sebagai oase hijau yang menenangkan di tengah keramaian kota.
Sejarah Kastil Tsu tidak dapat dilepaskan dari sosok Todo Takatora, seorang ahli pembangunan kastil di akhir era Sengoku. Ketika ia memasuki kastil pada tahun 1608 (era Keicho ke-13), ia tidak hanya menata struktur kastil, tetapi juga mengembangkan kota di sekitarnya, termasuk mengalihkan rute Ise Kaido agar melewati area kota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Berkat kepemimpinan ini, kota Tsu berkembang pesat sebagai kota kastil dengan pendapatan 320.000 koku serta menjadi titik strategis transportasi. Selain itu, pada era Meiji, sebagian dari bekas sekolah domain juga digunakan sebagai sekolah guru, menambah lapisan sejarah pendidikan pada lokasi ini.

Di dalam Situs Kastil Tsu, terdapat berbagai peninggalan sejarah yang autentik. Struktur utama yang paling menonjol adalah Honmaru, Nishinomaru, dan parit dalam yang memberikan nuansa masa lalu yang kuat. Salah satu ikon paling mengesankan adalah 'Dai-ichou' (Pohon Ginkgo Besar), sebuah pohon ginkgo berusia sekitar 400 tahun yang konon berada di kediaman Todo Takatora. Selain itu, Anda dapat menemukan elemen sejarah lainnya seperti Jembatan Gosanso yang menghubungkan ke area yang dulunya merupakan vila peristirahatan, serta Jembatan Toyose yang menyimpan jejak-jejak dari kerusakan akibat perang. Setiap sudut menawarkan fragmen sejarah yang menarik untuk dipelajari.
Situs Kastil Tsu menawarkan pemandangan yang berbeda di setiap musim. Pada musim semi, Anda dapat menikmati keindahan bunga wisteria di taman sekitar serta hamparan bunga sakura yang mekar, menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik. Di musim lainnya, tanaman hijau yang rimbun memberikan suasana yang menyegarkan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada siang hari untuk mengamati struktur sejarah dengan jelas sambil berjalan santai, atau pada sore hari untuk menikmati suasana tenang saat matahari terbenam di tengah lanskap perkotaan.

Aktivitas utama di sini adalah berjalan santai (strolling) untuk mengeksplorasi peninggalan sejarah. Anda dapat membayangkan kehidupan masa lalu sambil mengamati bekas parit dan struktur menara (yagura) buatan. Tempat ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi sejarah, di mana pengunjung dapat menelusuri jejak sekolah domain dan institusi pendidikan era Meiji. Menikmati ketenangan di tengah alam sambil membaca prasasti atau dokumen sejarah lama adalah cara terbaik untuk memahami budaya benteng Jepang secara mendalam.
Di sekitar Situs Kastil Tsu, banyak nama tempat yang mencerminkan budaya lokal masa lalu. Misalnya, 'Borobori', yang dinamai berdasarkan fenomena air pasang yang membawa ikan masuk, atau area 'Asako-yaki Makimachi' yang berkaitan dengan tradisi keramik. Keberadaan nama-nama ini memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat di masa lampau. Selain itu, karena lokasinya yang strategis, area ini dikelilingi oleh fasilitas publik seperti Balai Kota Tsu, pusat perbelanjaan, dan kawasan pemukiman, menciptakan perpadan unik antara situs sejarah dan kehidupan modern.

Untuk kenyamanan Anda selama berkunjung, harap perhatikan hal berikut: