
Panduan
Tottori Shan Shan Matsuri adalah acara komunitas yang sangat populer sebagai ikon musim panas di Kota Tottori, Prefektur Tottori. Ciri khas utamanya adalah 'Issai Kasa Odori' atau tarian payung massal yang telah diakui oleh Guinness World Records sebagai tarian payung terbesar di dunia. Pemandangan para penari yang mengenakan kostum cerah, mengayunkan payung secara serentak sambil membunyikan lonceng di sepanjang jalan kota, adalah pemandangan yang tak terlupakan.
Nama "Shan Shan" berasal dari onomatope suara lonceng yang berbunyi "shan shan" serta menggambarkan kondisi air panas (onsen) di area kota yang mendidih dengan semangat "shan shan". Dahulu, tarian ini merupakan tarian yang lebih maskulin dan kuat, namun kini telah dimodifikasi agar dapat dinikmati oleh semua usia, dari anak-anak hingga lansia.
Akar festival ini bermula dari "Tottori Matsuri" yang diadakan pada tahun 1961. Awalnya, acara ini berupa parade yang diadakan bersamaan dengan perayaan di Kuil Seisha dan Kuil Omori. Kemudian, pada tahun 1965, festival ini resmi diselenggarakan untuk pertama kalinya dengan nama "Shan Shan Matsuri".
Untuk membuat budaya ini lebih inklusif, ukuran payung dan gerakan tarian telah disesuaikan dari gaya aslinya yang sangat kuat dan agresif menjadi lebih ringan dan mudah diikuti. Payung yang digunakan saat ini memiliki panjang 1,2 meter dan diameter 0,8 meter, sehingga menciptakan harmoni yang indah dalam gerakan massal yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Highlight utama festival ini adalah tarian massal yang melibatkan ribuan orang. Dengan sekitar 100 kelompok dan sekitar 4.000 peserta, skala ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Gelombang payung warna-warni yang memenuhi jalanan menciptakan pemandangan visual yang luar biasa, sementara ritme denting lonceng memberikan pengalaman auditori yang mendalam tentang semangat festival Jepang.
Festival diadakan setiap tahun pada pertengahan Agustus. Parade utama biasanya dimulai sekitar pukul 15:00. Karena diadakan di tengah musim panas yang terik, sangat disarankan untuk menikmati transisi dari siang hari yang cerah hingga suasana sore yang semakin meriah saat cahaya matahari mulai meredup.
Sebagai pengunjung, Anda dapat menikmati parade dari pinggir jalan. Mengamati gerakan penari dari dekat dan mendengarkan suara lonceng adalah cara terbaik untuk merasakan budaya lokal. Di beberapa area, Anda mungkin juga bisa menemukan kesempatan untuk mempelajari gerakan tarian tradisional secara singkat.
Festival berlangsung di area pusat kota Tottori, dekat dengan Stasiun Tottori. Area ini juga dekat dengan situs bersejarah seperti Kuil Seisha dan Kuil Omori. Selama festival, restoran dan toko di sekitar akan sangat ramai dengan suasana perayaan yang meriah.