
Panduan
Toshima even Sugawara Jinja adalah kuil berharga yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Nasional, terletak di Desa Sagara, Distrik Kuma, Prefektur Kumamoto. Ciri khas utamanya adalah pemandangan unik di mana bangunan utama (Honden) berdiri di atas sebuah pulau di tengah kolam. Pemandangan kolam yang menjadi asal usul nama 'Sepuluh Pulau' ini menawarkan panorama alam yang sangat indah dan khas daerah ini. Kuil ini menghormati Sugawara no Michizane, yang dikenal sebagai Dewa Ilmu Pengetahuan, dan telah lama dicintai oleh masyarakat setempat dengan sebutan 'Tenjin-san'.
Sejarah kuil ini sangat tua, yang konon didirikan pada masa Koan (1278–1288) di zaman Kamakura. Sejak zaman Muromachi, kuil ini sangat dihormati oleh klan Sagara yang memerintah wilayah Hitoyoshi-Kuma. Bangunan utama (Honden) adalah struktur berharga yang mempertahankan gaya arsitektur abad ke-16 dengan atap berbahan 'kokera-buki' (sirap kayu). Selain itu, aula pemujaan (Haiden) dibangun pada tahun 1763 di era Edo, mencerminkan bentuk tradisional daerah setempat secara kental. Kondisi pelestarian sejarahnya yang baik menjadikannya peran penting dalam pewarisan budaya lokal.

Hal yang paling menarik perhatian adalah bangunan utama yang terletak di pulau di atas kolam. Keberadaan bangunan utama yang seolah terapung di atas air menciptakan pemandangan istimewa yang jarang ditemukan di kuil lain. Selain itu, kantor kuil (Shamusho) yang terletak di sisi kanan depan aula pemujaan serta detail arsitekturnya memiliki nilai sejarah yang tinggi. Atap dan dekorasi pada bangunan utama mencerminkan karakteristik lokal wilayah Kuma, menjadikannya tempat yang sempurna untuk mengamati keindahan arsitektur tradisional Jepang.
Meskipun tidak ada jam operasional resmi yang dipublikasikan, secara umum pengunjung dapat datang untuk beribadah pada siang hari. Pemandangan indah dapat dinikmati di setiap musim, namun pada hari yang cerah, bayangan bangunan utama yang terpantul di kolam akan terlihat sangat jelas, menjadikannya momen yang sangat baik untuk fotografi. Selain itu, setiap tanggal 23 November, diadakan Festival Musim Gugur (Akisai) yang memungkinkan Anda melihat langsung ritual keagamaan yang berakar kuat di komunitas setempat.
Di sini, Anda dapat menikmati pengalaman menenangkan jiwa di tengah ruang yang selaras dengan alam, sambil mengagumi arsitektur kuil tradisional Jepang yang sunyi. Karena didedikasikan untuk Sugawara no Michizane, Dewa Ilmu Pengetahuan, melakukan kunjungan untuk memohon keberhasilan dalam studi atau ujian merupakan pengalaman budaya yang sangat bermakna bagi pengunjung.
Di sekitar Desa Sagara, terdapat banyak situs sejarah dan warisan budaya lainnya. Akses menuju tempat-tempat yang menonjolkan sejarah wilayah Kuma, seperti Reruntuhan Kastil Hitoyoshi dan Aoi Aso Jinja (Harta Nasional), sangatlah baik. Anda dapat memasukkan lokasi ini ke dalam rute penjelajahan sejarah di tengah lingkungan yang kaya akan alam.
Saat mengunjungi kuil, diharapkan untuk mematu味 etika dasar beribadah di Jepang. Karena terdapat kolam dan perbedaan ketinggian lantai di area situs, sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Mengenai pengambilan foto, harap memperhatikan kesakralan area kuil. Karena pemberian sumbangan atau pembelian stempel kuil (Goshuin) memerlukan uang tunai, sebaiknya siapkan uang koin atau uang kertas pecahan kecil untuk kelancaran.