
Panduan
Ritual Perburuan Paus di Kuil Toride adalah acara tradisional yang diadakan selama dua hari, yaitu tanggal 14 dan 15 Agustus, berpusat di Kuil Toride, Kota Yokkaichi, Prefektur Mie. Ritual ini merupakan upacara darat yang bertema perburuan paus, dengan ciri khas gerakan penusukan paus menggunakan kapal paus. Festival ini telah diwariskan secara turun-temurun sebagai simbol identitas budaya lokal yang memiliki latar belakang sejarah yang mendalam.
Ritual ini telah lama dilakukan sebagai bagian dari perayaan dewa pelindung di Kuil Toride. Awalnya, acara ini diadakan pada musim gugur, namun karena penyesuaian dengan musim penangkapan ikan, kini diselenggarakan pada bulan Agustus selama periode Obon. Isi ritual ini konon membawa sisa-sisa sejarah era di mana para awak kapal dan pemburu paus bekerja sama di bawah perlindungan para daimyo. Selain itu, detail tradisional seperti peralatan kapal paus, desain tirai, hingga gaya atap kapal tetap dipertahankan dengan sangat teliti.
Alur ritual terdiri dari Chinka-sai (Ritual Pemadaman Api), Hon-neri (Ritual Utama), dan Miya-mairi (Prosesi ke Kuil). Pertama, pada pagi hari tanggal 14 Agustus, Chinka-sai diadakan di area Kuil Toride. Setelah itu, dimulailakann ritual 'Neri' menggunakan kapal paus. Ritual ini memiliki alur cerita yang selaras dengan irama drum taiko. Diiringi dengan lagu 'Age-uta', cerita dimulai dari momen saat 'Hanizashi' (penikam/penusuk) menemukan paus di lepas pantai. Kapal akan mengejar paus mengikuti ketukan drum, menggambarkan perlawanan paus, hingga akhirnya kapal berhasil memojokkan dan melakukan gerakan penusukan terakhir, yang diakhiri dengan lagu syukur. Setelah ritual utama, akan ada juga 'Hama-neri' yang dilakukan di area yang dulunya merupakan pantai.
Ritual ini hanya diadakan sekali setahun pada musim panas, yaitu tanggal 14 dan 15 Agustus. Karena diadakan di bulan Agustus yang panas, suhu udara di siang hari diperkirakan akan sangat tinggi. Sangat penting untuk memahami jadwal acara agar tidak melewatkan momen penting, mulai dari Chinka-sai, kemudian Hon-neri, hingga Miya-mairi. Bagian seperti 'Hama-neri' yang dilakukan menjelang malam hari sangat cocok untuk menikmati suasana sisa-sisa kemeriahan festival.
Acara ini bukanlah bentuk rekreasi partisipasi langsung bagi penonton, melainkan sebuah ritual tradisional untuk diamati. Anda dapat merasakan kedalaman budaya Jepang melalui gerakan kapal paus yang diiringi suara drum taiko, alur cerita lagu tradisional, dan rangkaian gerakan pengejaran paus. Dalam prosesi Miya-mari, warga setempat akan membentuk lingkaran di sekitar drum dan berjalan menuju kuil sambil menyanyikan lagu Ise-ondo.
Sekitar Kuil Toride terletak di distrik Tomita, Kota Yokkaichi. Ini adalah area dengan latar belakang sejarah yang kuat, di mana organisasi masyarakat lokal memegang peran penting dalam menjalankan ritual ini. Di sekitar area ini terdapat kuil-kuil dan organisasi komunitas yang berakar kuat pada tradisi setempat.
Saat menghadiri ritual, harap perhatikan hal-hal berikut: