
Panduan
Museum of the Tokyo University of the Arts adalah institusi seni dengan nilai akademis tinggi yang dikelola oleh Tokyo University of the Arts, salah satu universitas seni terkemuka di Jepang. Museum ini memiliki dua lokasi utama: Ueno-kan di dalam Taman Ueno dan Toride-kan di Kota Toride, Prefektur Ibaraki, dengan koleksi dokumen penting dalam sejarah seni Jepang. Di dalam area ini, Anda akan menemukan perpaduan antara bangunan bata merah yang bersejarah dengan desain modern yang menciptakan ruang estetika unik. Arsitekturnya sendiri berfungsi sebagai karya seni yang menyatu dengan koleksi yang dipamerkan. Pengunjung dapat merasakan jejak para tokoh yang berdedikasi pada kebangkitan seni Jepang melalui pengalaman artistik berkualitas tinggi.
Sejarah museum ini berakar dari Tokyo School of Fine Arts yang didirikan pada tahun 1887. Koleksi seni klasik telah dikumpulkan sejak lama berdasarkan visi pendidikan dari tokoh-tokoh seperti Okakura Tenshin dan Ernest Fenollosa yang berkontribusi pada kebangkitan seni Jepang. Ruang pameran pun berevolusi seiring waktu, seperti pembangunan 'Chireikan' yang bergaya bata merah pada tahun 1929 dan 'Masaki Memorial Hall' yang bergaya benteng pada tahun 1935. Pada tahun 1994, Toride-kan didirikan di Kota Toride untuk tujuan pelestarian dan penyebaran informasi artistik, dan pada tahun 2024, 'Gedung Penyimpanan Toride' yang baru telah selesai. Hal ini menunjukkan keberlanjutan aktivitas museum dalam melestarikan, mewariskan, serta menciptakan ekspresi artistik baru.
Koleksinya sangat beragam, terutama koleksi seni klasik yang sangat memukau. Museum ini menyimpan karya berharga seperti 'Einga-kyo' (Harta Karun Nasional) dan 'Kansei-ji Shizaicho', serta Properti Budaya Penting seperti 'Maki Kaede-zu' karya Ogata Korin dan patung 'Dai-nichi Nyorai' karya Kaikei. Dalam bidang seni modern, terdapat juga karya terkenal seperti 'Hibo Kannon' karya Kano Hogai dan 'Salmon' karya Takahashi Yuichi. Pameran yang diadakan bervariasi tergantung tema, seperti 'Geidai Collection Exhibition' yang diadakan secara berkala, atau pameran khusus yang mencerminkan hasil penelitian dari mahasiswa dan pengajar di berbagai bidang spesialisasi.
Isi pameran sangat bergantung pada musim dan tema yang sedang berlangsung. Pada musim dingin, terkadang diadakan pameran karya mahasiswa tingkat doktor atau pameran karya kelulusan mahasiswa sarjana dan magister, di mana Anda dapat merasakan semangat para pelajar yang berada di garis depan seni Jepang. Di Toride-kan, terdapat juga pengalaman seni di luar ruang pameran, seperti acara observasi langit malam menggunakan dinding bangunan. Harap perhatikan bahwa pintu masuk terakhir adalah pukul 16:30, jadi pastikan Anda mengatur jadwal dengan baik jika ingin berkunjung menjelang waktu tutup (17:00).
Selain sekadar melihat karya, Anda juga dapat merasakan proses seni dan manajemen pelestarian. Di Toride-kan, terdapat sistem yang memungkinkan pengunjung melihat proses penyimpanan dan manajemen dokumen seni melalui area depan ruang penyimpanan. Selain itu, berdasarkan konsep 'Wall Museum', seluruh ruang dirancang dengan intensi artistik, mulai dari dinding, lantai, hingga pencahayaan. Anda juga dapat menikmati waktu untuk meresapi seni sambil mengunjungi toko suvenir museum atau kafetaria yang tersedia.
Area Taman Ueno, tempat museum ini berada, adalah pusat budaya dan seni utama di Tokyo. Di sekitarnya terdapat Tokyo National Museum, National Museum of Western Art, dan National Museum of Nature and Science. Anda dapat menjelajahi sejarah Jepang, seni Barat, hingga teknologi sains dalam jarak berjalan kaki. Lingkungan ini sangat cocok untuk berjalan-jalan santai di antara pepohonan dan kolam di Taman Ueno Kosien. Jika Anda berkunjung ke Toride-kan di Prefektur Ibaraki, Anda akan merasakan suasana unik di mana arsitektur dan seni menyatu dalam kampus yang lebih luas.
Untuk melindungi karya seni, terdapat pembatasan atau larasi pengambilan foto di area tertentu. Tergantung pada konten pameran, penggunaan ponsel pintar mungkin dibatasi. Mengenai pakaian, disarankan mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan agar dapat menikmati kunjungan dengan maksimal. Etika dasar adalah menjaga ketenangan selama melihat pameran dan dilarang menyentuh karya seni. Museum juga menyediakan layanan peminjaman kursi roda untuk aksesibilitas.