
Panduan
Tobata Gion Oyama Kasa adalah festival tradisional yang diadakan selama tiga hari pada hari Sabtu keempat di bulan Juli di Distrik Tobata, Kitakyushu, Prefektur Fukuoka. Festival ini merupakan salah satu dari tiga festival musim panas terbesar di Prefektur Fukuoka, bersama dengan Hakata Gion Yamakasa dan Kokura Gion Taiko. Selain telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Takbenda Nasional, festival ini juga resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2016. Ciri khas utamanya adalah transformasi visual yang luar biasa: dari 'Nobori-yama' (gunungan bendera) yang gagah di siang hari, menjadi 'Chochin Oyama Kasa' (gunungan lentera) yang bercahaya di malam hari. Saat malam tiba, struktur setinggi sekitar 10 meter dengan berat 2,5 ton ini akan dihiasi oleh 309 lentera yang menyala, menciptakan pemandangan yang sangat langka dan menakjubkan di Jepang.
Asal-usul festival ini bermula pada tahun 1802 (era Kyo-wa), ketika sebuah doa untuk menghentikan wabah penyakit di distrik Tobata membuahkan hasil, yang kemudian diikuti dengan persembahan '祝い山笠' (Yama Kasa perayaan) pada tahun 1803 sebagai bentuk syukur. Meskipun sempat terhenti akibat Perang Dunia II antara tahun 1938 hingga 1946, festival ini kembali digelar pada tahun 1947. Sebagai budaya yang berakar kuat di masyarakat, festival ini terdiri dari 8 unit 'Oyama Kasa' yang diarak oleh orang dewasa (usia SMA ke atas) dan 'Kowaka Yamakasa' yang diarak oleh siswa SMP. Festival ini juga mempertahankan tradisi lokal yang ketat, di mana pengelolaan 'Yado' (titik kumpul) di setiap distrik pada bulan Juli dilakukan sepenuhnya oleh laki-laki.
Hidangan utama festival ini adalah 'Kyoeikai' (parade kompetisi) yang diadakan pada Sabtu malam. Setiap unit Yamakasa akan berparade di sekitar Taman Asuo Dai-ichi di depan Kantor Distrik Tobata untuk menunjukkan kehebatan mereka. Salah satu momen paling dramatis adalah proses 'Godan-age', di mana struktur bertingkat dibangun hingga mencapai 12 tingkat dengan cahaya lilin di setiap lenteranya. Kecepatan dan ketangkasan para pengusung saat menjaga api tetap menyala di tengah gerakan yang dinamis sangatlah memukau. Selain itu, irama musik 'Otarou Bayashi' yang menggunakan drum dan gong, dipadukan dengan teriakan semangat 'Yoitsa, Yoitsa!', akan membawa suasana festival ke puncak kegembiraan.
Tobata Gion Oyama Kasa hanya diadakan selama tiga hari pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu keempat di bulan Juli. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada Sabtu malam untuk menyaksikan 'Kyoeikai'. Jika Anda ingin melihat kedua sisi festival—keindahan bendera di siang hari dan kemegahan lentera di malam hari—kami menyarankan untuk berada di lokasi dari siang hingga malam hari. Pemandangan parade dengan lentera yang menyala telah diakui sebagai pemandangan malam budaya yang indah. Setiap hari memiliki nuansa berbeda, seperti ritual di kuil pada hari Jumat atau ritual 'Oshioi-kumi' di Teluk Dohai pada hari Sabtu.
Anda dapat merasakan langsung irama musik tradisional 'Gion Bayashi' yang terdiri dari drum, gong, dan seruling. Selain itu, Anda juga dapat melihat 'Kodomo Yamakasa' di mana anak-anak mengarak Yamakasa dengan roda, menunjukkan semangat generasi muda dalam menjaga tradisi. Setiap unit Yamakasa memiliki dekorasi unik, seperti Hoteitosai di Nishidai Yamakasa atau Daikokuten di Higashidai Yamakasa, sehingga membandingkan desain antar unit akan menjadi pengalaman yang sangat menarik.
Pusat kegiatan berada di sekitar Taman Asuo Dai-ichi, di depan Kantor Distrik Tobata. Karena rute parade melewati jalanan yang cukup sempit, Anda akan merasakan kedekatan yang luarik dengan para peserta. Di sekitar area ini juga terdapat kuil-kuil penting seperti Kuil Tobata Hachiman, Kuil Ebisu, Kuil Nakahara, dan Kuil Sugawara yang menjadi pusat spiritual festival ini.
Karena kerumunan yang sangat padat, terutama saat parade malam hari, disarankan mengenakan pakaian yang nyaman dan ringan. Karena acara berlangsung di luar ruangan pada malam hari, siapkan pakaian yang sesuai dengan suhu musim panas. Harap perhatikan etika menonton agar tidak mengganggu jalannya ritual dan peserta. Mengingat ini adalah acara tradisional, mohon hormati aturan dan tata krama setempat selama berkunjung.