
Panduan
Tendai-ji adalah kuil bersejarah yang mewakili wilayah utara Tohoku, dengan tradisi yang konon dimulai sejak era Nara. Di dalam kompleks kuil, terdapat aula utama dan gerbang Nio yang merupakan Properti Budaya Penting Nasional, yang telah menjadi pusat kepercayaan masyarakat setempat selama berabad-abad. Salah satu keunikan utama adalah atap aula utama yang telah dipulihkan ke bentuk aslinya menggunakan teknik 'Tochi-buki' (atap kulit kayu pohon oak) berdasarkan panduan dari Badan Urusan Budaya Jepang. Selain itu, terdapat sumber air bernama 'Katsura Shimizu' di pintu masuk jalur pendakian, di mana air terus mengalir sepanjang tahun, yang dianggap sebagai titik awal dari sejarah kepercayaan di tempat ini. Selain bangunan bersejarah, lingkungan yang kaya akan alam memberikan kesempatan untuk merasakan kedalaman spiritualitas Jepang.
Sejarah Tendai-ji sangatlah panjang; aula utamanya dibangun pada tahun 1658 oleh penguasa Morioka, Nanbu Shigezane. Struktur aula utama mengikuti tradisi kuil esoterik (Mikkyo), di mana terdapat pemisahan yang jelas antara 'Naijin' (ruang dalam untuk Buddha dan biksu) dan 'Gaijin' (ruang luar untuk umat yang beribadah). Gerbang Nio bahkan telah selesai dibangun pada tahun 1657, lebih awal dari aula utama, yang menunjukkan kedalaman sejarahnya. Kuil ini juga menyimpan banyak koleksi budaya penting di Prefektur Iwate, seperti 'Do-waniko' (lonceng perunggu) dengan prasasti dari era Utara-Selatan, serta genderang panjang (Nagado Daiko) yang merupakan salah satu yang tertua di Jepang.

Ada banyak warisan budaya berharga yang patut dikunjungi di Tendai-ji. Pertama, aula utama yang merupakan Properti Budaya Penting Nasional, yang menonjol dengan atap 'Tochi-buki' yang terdiri dari lapisan papan kayu aras setebal 1 cm. Di Gerbang Nio, terdapat patung Nio yang diyakini sebagai karya pemahat Buddha legendaris Unkei dari era Kamakura, yang sering didatangi umat untuk memohon kesembuhan dari penyakit atau cedera. Selain itu, patung suci 'Sho Kanon Rissokuzo' yang diperkirakan berasal dari pertengahan era Heian disimpan dengan aman di gudang belakang aula utama. Pengunjung juga dapat melihat benda-benda seni tradisional lainnya seperti lukisan bunga 'Shikie Rikka-zu' yang indah.
Tendai-ji memiliki pesona yang berbeda di setiap musim. Waktu yang paling direkomendasikan adalah saat 'Festival Ajisai' (Festival Hydrangea) dari pertengahan Juni hingga akhir Agustus, di mana bunga hydrangea yang cantik akan menghiasi area kuil. Selain itu, terdapat berbagai upacara tradisional seperti 'Dontoyaki' pada bulan Januari, 'Festival Musim Semi' pada bulan Mei, dan 'Festival Mussaim Gugur' pada bulan Oktober. Setiap tanggal 18 dan 28 setiap bulannya, diadakan upacara doa Goma oleh pendeta, yang menawarkan pengalaman ritual yang khidmat.

Anda dapat mendalami budaya spiritual Jepang melalui berbagai aktivitas. Salah satunya adalah pengalaman 'Shakyo' (menulis sutra), di mana Anda menyalin 'Enmei Jukku Kannon-kyo' untuk menenangkan pikiran dan melatih konsentrasi. Di area kuil, Anda juga bisa merasakan berkah alam melalui mata air 'Katsura Shimizu'. Selain itu, tersedia layanan pemandu sukarela yang dapat membantu Anda berkeliling kuil dengan penjelasan sejarah yang mendalam, namun pastikan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.
Di sekitar Tendai-ji, terdapat beberapa fasilitas untuk mempelajari budaya lokal. Misalnya, Museum Sejarah dan Etnografi Johai yang memamerkan dokumen sejarah dan peralatan pernis (lacquerware). Anda juga bisa mengunjungi 'Tokuseisha' untuk mencoba pengalaman melukis pada peralatan pernis. Selain itu, Museum Peringatan Jakucho Setouchi yang berkaitan dengan penulis terkenal juga terletak tidak jauh dari sini. Untuk kuliner, Anda dapat mencoba hidangan berbahan lokal di restoran seperti 'Katsura-an'.
Disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan tenang saat berkunjung. Karena terdapat tangga batu dan jalan yang tidak rata, sangat disarankan menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Untuk pembayaran biaya masuk atau aktivitas pengalaman, harap siapkan uang tunai (JPY). Meskipun informasi dalam bahasa Inggris mungkin terbatas, sebagian besar layanan dilakukan dalam bahasa Jepang. Jika ingin menggunakan jasa pemandu, harap melakukan reservasi minimal 7 hari sebelumnya. Mohon jaga ketenangan dan patuhi aturan sebagai tempat ibadah Buddha.