
Panduan
Lanskap pedesaan Tazamishō Kozaki terletak di bagian barat daya Semenanjung Kunisaki, Kota Bungotakada, Prefektur Oita. Kawasan ini merupakan situs lanskap yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Wilayah ini mempertahankan jejak sejarah yang berkaitan dengan 'Tazamishō', salah satu tanah milik (Shoen) dari Kuil Agung Usa (Usa Jingu), yang mencerminkan penggunaan lahan sejak abad pertengahan. Anda dapat menyaksikan harmoni antara sawah terasering dengan garis lengkung yang estetis, sistem irigasi tradisional yang memanfaatkan bebatuan alam, serta lingkungan alam pedesaan (Satoyama) yang asri. Keunikan lanskap ini telah diakui secara internasional sebagai bagian dari Warisan Pertanian Dunia (GIAHS), di mana unsur pertanian, alam, dan sejarah menyatu secara utuh.
Wilayah ini memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari 'Tazamishō', sebuah sistem tanah milik yang berfungsi untuk Kuil Agung Usa pada masa abad pertengahan. Di distrik Tazami Kozaki, terdapat jejak pemukiman lama yang menunjukkan peran penting wilayah ini di masa lalu. Struktur lanskapnya mencerminkan pembagian lahan dan penamaan tempat yang telah bertahan selama berabad-abad, bahkan sejak era Kamakura. Selain itu, struktur sejarah seperti benteng tanah dan dinding batu dari zaman perang saudara masih dapat ditemukan di sekitar kuil Enju-ji, menunjukkan bagaimana sejarah masa lalu masih terintegrasi secara visual dalam pemandangan modern saat ini.

Salah satu ciri khas utama adalah sawah dengan bentuk kuno yang mengikuti kontur tanah. Di sini, praktik irigasi tradisional yang disebut 'Ize' (bendungan menggunakan batu alam) masih dipraktikkan hingga kini. Selain itu, Anda dapat melihat sistem pengairan tradisional yang unik. Dari area 'Yuhi Iwaya' yang dulunya merupakan tempat meditasi para biksu, Anda dapat menikmati pemandangan luas dari desa Taizono. Pemandangan di sini dikatakan hampir tidak berubah selama ratusan tahun jika dibandingkan dengan peta desa dari era Genroku, memberikan pengalaman visual tentang kontinuitas sejarah yang luar biasa.
Lanskap ini menawarkan wajah yang berbeda di setiap musim. Pemandangan sawah sangat dipengaruhi oleh siklus air dan pertumbuhan tanaman. Musim semi hingga musim panas menawarkan pemandangan sawah yang hijau subur, sementara musim gugur menyajikan keindahan saat masa panen. Sangat disarankan untuk berkunjung saat transisi musim untuk merasakan perubahan alami di lingkungan pedesaan (Satoyama).

Selain menikmati pemandangan, pengunjung dapat belajar tentang hubungan tradisional antara manusia dan alam di Jepang. Anda dapat mengamati sistem sirkulasi alam, seperti hutan pohon Oak (Kunugi) yang membantu menjaga sumber daya air, serta sistem budidaya jamur Shiitake. Ini adalah kesempatan berharga untuk memahami bagaimana masyarakat lokal hidup berdampingan dengan alam di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya air.
Seluruh distrik Tazami merupakan kawasan yang kaya akan peninggalan budaya Buddha dan sejarah. Di sekitar lokasi, terdapat berbagai kuil dan tempat bersejarah yang tersebar di tengah alam yang asri, menjadikannya bagian yang sempurna dalam rute perjalanan menjelajahi Semenanjung Kunisaki.

Karena ini adalah area terbuka di alam terbuka, harap perhatikan hal berikut: