
Panduan
Tappu-kopu Observatory terletak di Kota Mikasa, Hokkaido, sebuah titik pandang strategis yang menawarkan pemandangan luas Dataran Ishikari. Terletak di kaki Gunung Datubusan (Tappu-kopu) dengan ketinggian sekitar 144 meter, lokasi ini memungkinkan pengunjung menyaksikan langsung perubahan topografi dan lapisan geologi yang dramatis. Tempat ini memiliki nilai sejarah tinggi karena pada era pembangunan (kaikaku) zaman Meiji, banyak tokoh penting berkunjung ke sini untuk merancang rencana pengembangan wilayah. Sebagai bagian dari Mikasa Geopark, fasilitas ini menyatukan keindahan bentuk alam dengan konteksi sejarah yang unik.
Semangat pionir era Meiji sangat terasa di tempat ini. Nama Datubusan berasal dari bahasa Ainu 'Tappu-kopu' yang berarti 'gunung bulat di puncak'. Nama ini diberikan oleh Watanabe Koreki, kepala penjara pertama di Sorachi pada tahun 1881. Selama masa pembangunan, tokoh-tokoh sejarah seperti Enomoto Takeaki, Yamagata Aritomo, dan Yamada Akikiy menginspeksi wilayah ini, menjadikannya pusat perencanaan penting untuk proyek seperti kereta api Horonai. Tempat ini bukan sekadar lokasi pemandangan indah, melainkan panggung sejarah modernisasi Hokkaido.
Daya tarik utamanya adalah pengamatan topografi akibat patahan tepi timur dataran rendah Ishikari. Anda dapat mengamati pergerakan bumi yang masih berlangsung hingga kini melalui bentang alam di bawah Anda. Selain itu, lapisan batuan keras yang disebut 'Lapisan Iwamizawa' (lapisan serpih keras) merupakan elemen penting. Lapisan ini terbentuk di dasar laut sekitar 800 juta tahun lalu dan memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap erosi dibandingkan lapisan sekitarnya, menciptakan bentuk lanskap yang unik berkat kekuatan alam.
Lanskap Tappu-kopu Observatory berubah secara memukau tergantung musim. Kami sangat menyarankan kunjungan antara bulan Mei hingga Oktober, saat salju telah mencair dan vegetasi mulai menghijau. Pada musim panas, kontras antara daratan hijau dan langit biru sangat indah, sementara pada musim gugur, pemandangan sekitar akan berubah warna. Harap dicatat bahwa area ini ditutup selama musim dingin (November hingga April). Mengunjungi pada siang hari akan memberikan pandangan paling jelas tanpa hambatan terhadap luasnya Dataran Ishikari.
Di sini, Anda dapat merasakan 'Geo-tourism' atau wisata berbasis geologi. Dengan mengamati lapisan tanah dan topografi yang terbentuk oleh patahan, Anda dapat merasakan dinamisme bumi secara nyata. Di sekitar area ini, terdapat juga perkebunan anggur yang memanfaatkan topografi dan iklim setempat, memberikan wawasan tentang hubungan antara pertanian lokal dan alam. Anda dapat membayangkan masa depan yang dirancang oleh para pionir sambil menikmati pemandangan yang tenang.
Di kaki Gunung Datubusan, terdapat area perkebunan anggur untuk pembuatan wine. Beberapa winery di sini bahkan merupakan yang pertama dalam memperoleh lisensi pembuatan wine di Jepang, menjadikan wine sebagai produk khas daerah. Selain itu, terdapat titik-titik seperti 'Oiwake-Mineyoshi Sodo' di mana Anda dapat mengamati lapisan tanah dari sekitar 5 juta tahun lalu serta fosil kerang laut. Seluruh area Mikasa penuh dengan penemuan sejarah dan geologi.
Kami menyarankan penggunaan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki karena terdapat area dengan topografi alami yang memerlukan kewaspadaan saat melangkah. Karena cuaca bisa berubah dengan cepat, membawa jaket atau perlengkapan hujan sangat dianjurkan. Untuk menjaga kelestarian lingkungan dan warisan sejarah, harap bawa pulang sampah Anda dan dilarang memasuki area pribadi seperti kebun anggur. Silakan berfoto secukupnya untuk menikmati keindahan pemandangan.