
Panduan
Tanjo-ji adalah sebuah kuil Buddha dari sekte Jodo Shu yang terletak di Kume South Town, Distrik Kume, Prefektur Okayama. Kuil ini sangat istimewa karena dibangun tepat di tempat kelahiran Pendeta Honen, pendiri sekte Jodo Shu. Nama gunung kuil ini adalah Tochikosan. Objek pemujaan utamanya adalah Enko Daishi (gelar yang diberikan oleh istana setelah wafatnya Honen). Di dalam area kuil, terdapat banyak aset berharga seperti Mikado-do yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Nasional, serta berbagai situs sejarah yang ditetapkan oleh Prefektur Okayama. Tempat ini merupakan situs suci yang sangat penting untuk menelusuri jejak langkah kehidupan Pendeta Honen.
Asal-usul Tanjo-ji dapat ditarik kembali ke tahun 1193. Seorang pejuang dari Bando, Kumagai Naozane, menjadi murid Pendeta Honen dan menjadi biksu dengan nama Rensho. Karena rasa hormatnya yang mendalam terhadap ajaran Honen, Rensho membangun kuil ini di bekas kediaman ayah Honen, yaitu di tempat kelahiran sang pendiri. Oleh karena itu, kuil ini dulunya juga dikenal sebagai 'Tanjo Ritsu-ji', dan nama tersebut masih terukir pada papan nama di bangunan Mikado-do hingga saat ini. Tempat ini telah menjadi pusat kepercayaan sejak lama sebagai tanah kelahiran Pendeta Honen.

Area kuil ini dipenuhi dengan berbagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pertama, Mikado-do yang merupakan Warisan Budaya Penting Nasional, yang dibangun kembali pada tahun 1695 setelah dua kali mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat Gerbang Gunung (Sanmon) yang dibangun pada tahun 1716, serta Jembatan Muku-bashi (Warisan Budaya Berwujud Terdaftar) yang dibangun pada tahun 1920 di atas sungai Katame-gawa. Lebih jauh lagi, kuil ini menyimpan koleksi seni dan patung Buddha yang sangat langka, seperti lukisan 'Shucho Amida Sanzon Raigo' dari awal periode Muromachi, patung kayu 'Amida Nyorai' dari periode Kamakura, serta patung Buddha raksasa setinggi 6,42 meter dengan berat 450 kg yang dicor pada tahun 1745.
Setiap hari Minggu ketiga di bulan April, Tanjo-ji menyelenggarakan upacara 'Honen Shonin Go Ryoshin Go On Nijugo Bosatsu Tendō Nenku-yo Eishiki Daihōyō'. Ini adalah salah satu dari tiga upacara Nenku terbesar di Jepang dan merupakan acara yang sangat penting. Mengunjungi pada waktu ini memungkinkan Anda untuk menyaksikan langsung bagian dari ritual tradisional yang telah berlangsung sejak zaman Muromachi. Saat berkunjung di siang hari, Anda dapat mengamati arsitektur bersejarah dan struktur batu dalam suasana yang tenang, sekaligus mempelajari sejarah budaya agama di Jepang.

Melalui pengamatan arsitektur dan warisan budaya, pengunjung dapat belajar lebih dalam mengenai arsitektur Buddha dan sejarah Jepang. Keberadaan Mikado-do dan patung-patung Buddha yang berharga merupakan elemen kunci untuk memahami latar belakang sejarahnya. Selain itu, kuil ini juga dikenal sebagai tempat ziarah dalam rute Chugoku Sanjusankannonn-ryo dan Sanyō Hana no Tera Nijūyon-kyo, sehingga sangat cocok dikunjungi sebagai bagian dari perjalanan ziarah Anda.
Lingkungan di sekitar Tanjo-ji dikelilingikan oleh alam yang asri. Jalur pendakian Chugoku Nature Trail juga melintas di dekat area ini, sehingga Anda dapat mampir ke kuil setelah melakukan aktivitas hiking atau jalan santai di alam terbuka.

Harap patuhi aturan kuil saat berkunjung. Karena area kuil adalah tempat suci, harap menjaga ketenangan. Pembayaran untuk sumbangan atau ritual biasanya menggunakan uang tunai. Untuk pakaian, disarankan mengenakan pakaian yang sopan dan tidak terlalu terbuka. Mengenai dokumentasi, terdapat batasan untuk memotret bagian dalam bangunan atau benda budaya tertentu; harap ikuti instruksi staf atau papan peringat yang tersedia. Meskipun terdapat beberapa bagian dengan perbedaan ketinggian, kuil ini menyediakan akses ramah disabilitas seperti pintu masuk dan toilet khusus kursi roda.