
Panduan
Terletak di Kotohira-cho, Prefektur Kagawa, acara "Tanabata Mari" diadakan setiap tahun pada tanggal 7 Juli di pagi hari. Acara istimewa ini bertempat di Omoteshoin, sebuah area khusus di dalam kompleks Kotohira-gu. Omoteshoin adalah bangunan bergaya Irimoya-zukuri dengan atap Hinoki-kibuki yang dibangun pada tahun 1659 (Manji 1), mencerminkan nilai sejarah yang sangat tinggi. Hanya pada waktu yang sangat terbatas inilah, Anda dapat merasakan fragmen budaya tradisional yang autentik secara langsung.
Kotohira-gu telah lama dikenal oleh masyarakat setempat sebagai "Konpira-san". Hingga awal era Meiji, tempat ini merupakan bentuk sinkretisme Shinto dan Buddha (Shinbutsu-shugo). Salah satu ciri khas yang paling terkenal adalah tangga batu yang panjang menuju bangunan utama; terdapat 785 anak tangga menuju Hon-gu dan total 1.368 anak tangga hingga mencapai Okusha. Omoteshoin sendiri dulunya berfungsi sebagai aula tamu, sehingga struktur dan gaya arsitekturnya mencerminkan peran historis yang sangat penting di masa lalu.
Hal yang paling istimewa adalah lokasi penyelenggaraannya, yaitu di ruang formal Omoteshoin yang sangat berwibawa. Di depan Omoteshoin, terdapat gerbang Shikaku-mon yang dihiasi dengan ukiran tembus (sukibori) yang sangat detail dan indah. Selain itu, bagian dalam bangunan terbagi menjadi tujuh ruangan dengan struktur arsitektur yang unik. Menjelang musim Tanabata, suasana di tempat ini menjadi sangat sakral dan penuh dengan nuansa tradisional Jepang.
Acara ini hanya diadakan sekali setahun, yaitu pada tanggal 7 Juli dari pukul 10:00 hingga 12:00. Karena durasinya yang sangat singkat, sangat penting bagi Anda untuk memastikan waktu kedatangan agar tidak melewatkan momen ini. Mengingat diadakan pada bulan Juli, Anda dapat merasakan kesegaran udara pagi di tengah musim panas yang cerah.
Selama berlangsungnya Tanabata Mari, Anda dapat merasakan langsung budaya tradisional Jepang di dalam ruang eksklusif Omoteshoin. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan kesempatan langka untuk merasakan estetika musim dan tradisi Jepang yang mendalam melalui sebuah ritual khusus.
Sepanjang jalan menuju Kotohira-gu, Anda akan melewati deretan tangga batu yang panjang. Di sepanjang jalan ini, terdapat banyak toko suvenir dan kedai makanan di mana pengunjung dapat beristirahat atau menikmati kuliner lokal. Di sekitar Kotohira-cho juga terdapat kawasan kota tua yang indah serta berbagai pilihan akomodasi untuk menginap.
Karena Anda harus menaiki banyak anak tangga batu untuk mencapai area kuil, sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Saat berada di Omoteshoin, harap menjaga ketenangan dan menghormati kesakralan tempat tersebut. Mengenai pembayaran, harap pastikan kembali penggunaan uang tunai atau kartu di fasilitas sekitar. Perlu diperhatikan bahwa ketersediaan panduan bahasa Inggris atau staf yang bisa berbahasa asing mungkin terbatas, jadi harap bersiap secara mandiri.