
Panduan
Take no Nobori adalah festival musim panas tradisional yang diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya di Kota Ueda, Prefektur Nagano. Acara ini telah ditetapkan sebagai 'Warisan Budaya Takbenda yang Perlu Diukur melalui Langkah-langkah Pencatatan', sebuah bukti nyata dari sejarah dan budaya lokal yang mendalam. Diselenggarakan setiap hari Minggu di sekitar tanggal 15 Juli, festival ini dijaga dengan penuh rasa hormat oleh masyarakat setempat. Pemandangan deretan bendera (nobori) yang sangat panjang dan megah adalah ciri khas paling utama yang akan memukau mata Anda.
Asal-usul festival ini bermula dari tahun 1504 (Era Eisho pertama). Pada masa itu, wilayah ini yang terletak di sebelah barat daya dataran Shioda, mengalami kekeringan yang sangat parah. Konon, setelah melakukan doa kepada Gunung Fuchigatake (ketinggian 1.250,1 m), hujan turun selama tiga hari berturut-turut, sehingga tanaman dapat pulih dan panen pun melimpah. Untuk memperingati peristiwa ini, sebuah kuil untuk memuja Dewa Ryujin (Dewa Naga) didirikan di puncak Gunung Fuchigatake. Ada juga legenda unik mengenai persaingan menentukan arah kuil yang diselesaikan dengan lomba lari antara sapi dan kuda, yang akhirnya menetapkan arah kuil menghadap ke Timur (arah Bessho). Sejarah unik inilah yang membentuk struktur festival hingga saat ini.
Daya tarik utama dari Take no Nobori adalah deretan bendera raksasa yang panjangnya mencapai sekitar 9 meter (3 jo). Kehadiran bendera-bendera panjang ini yang berbaris menuju Gunung Fuchigatake menciptakan pemandangan unik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Selain itu, pada hari Sabtu (sehari sebelum festival utama), acara Gion Matsuri juga diadakan untuk memeriahkan suasana, sehingga Anda dapat merasakan pengalaman budaya tradisional yang lengkap selama akhir pekan. Skala dan nilai sejarah festival ini sangat tinggi, bahkan pernah ditampilkan sebagai bagian dari atraksi pada upacara penutupan Olimpiade Nagano.
Take no Nobori diadakan setiap hari Minggu di sekitar tanggal 15 Juli. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada bulan Juli. Ini adalah momen yang sangat berharga untuk menyaksikan ritual tradisional di tengah semangat festival musim panas. Karena Gion Matsuri juga diadakan pada hari Sabtu sebelumnya, Anda dapat merencanakan perjalanan akhir pekan untuk mengikuti seluruh rangkaian acara.
Di lokasi, Anda dapat menyaksikan langsung pemandangan tradisional bendera-bendera panjang yang berjejer. Ini bukan sekadar menonton, melainkan kesempatan berharga untuk memahami sisi ritual syukur kepada alam dan sejarah lokal. Anda dapat merenungkan legenda Gunung Fuchigatake dan kisah unik tentang lomba sapi dan kuda sambil menyaksikan bentuk asli dari tradisi yang masih terjaga ini.
Festival ini berlangsung di area bersejarah di Kota Ueda. Wilayah ini dikelilingi oleh lingkungan alam yang asri, termasuk Gunung Fuchigatake. Karena fokus utama adalah kegiatan tradisional, kami menyarankan Anda untuk memeriksa informasi fasilitas dan layanan di sekitar area sebelum berkunjung.
Karena acara diadakan di luar ruangan, disarankan untuk mengenakan pakaian yang nyaman untuk bergerak. Mengingat festival diadakan pada bulan Juli, siapkanlah perlengkapan untuk menghadapi cuaca panas seperti topi dan air minum yang cukup.