
Panduan
"Taishido wo Tazuneru Tsudoi" adalah sebuah upacara tradisional yang diselenggarakan setiap tanggal 22 November untuk memperingati hari wafatnya Prince Shotuku (Shotoku Taishi). Prosesi ini dimulai dari Kuil Horyuji dan menyusuri rute bersejarah yang diyakini pernah dilalui oleh Prince Shotuku, dengan mengusung tandu (koshi) yang berisi patung suci beliau. Acara ini bertujuan untuk mengenang jasa-jasa besar Prince Shotuku serta menghormati jejak langkah yang ditinggalkannya.
Prince Shotuku (lahir tahun 574) adalah tokoh yang sangat krusial dalam sejarah Jepang. Lahir sebagai putra dari Kaisar Yomei yang ke-31, beliau menjabat sebagai wali Kaisar Suiko yang ke-33. Beliau memberikan kontribusi besar baik dalam politik maupun diplomasi, seperti menetapkan sistem peringkat jabatan (Kan'i Jūnikai) dan Konstitusi 17 Pasal, serta mengirim utusan ke Dinasti Sui. Selain itu, melalui pengabdiannya yang mendalam pada agama Buddha, beliau mendirikan kuil-kuil penting seperti Horyuji dan Shitennoji, yang meletakkan fondasi budaya Buddha di Jepang. Upacara ini merupakan ritual budaya untuk menyampaikan kembali semangat Prince Shotuku dan rute "Konkoda" yang ia lalui kepada generasi modern.
Bagian paling menarik dari acara ini adalah parade tandu yang membawa patung Prince Shotuku. Rute prosesi dimulai dari Horyuji, melewati Kuil Akanami, Jizo di Aburakake, Batu Duduk Taishi (Taishi no Koshi-ishi), Kuil Hakusan, dan Kuil Ta, hingga mencapai tujuan akhir di Kuil Tachibana. Suasana khidmat saat melewati lokasi-lokasi bersejarah ini memberikan pengalaman yang unik. Acara ini akan ditutup dengan pembacaan sutra (doa) oleh para biksu di depan aula utama Kuil Tachibana.
Acara ini diadakan secara khusus pada tanggal 22 November, bertepatan dengan hari wafatnya Prince Shotuku. Pada waktu ini, pengunjung dapat merasakan suasana musim gugur yang mendalam dengan nuansa sejarah yang kental. Karena melibatkan pergerakan dari satu titik ke titik lain, sangat penting untuk memeriksa jadwal detail pada hari pelaksanaan. Perlu dicatat bahwa sebagian rute mungkin melibatkan penggunaan bus untuk transportasi.
Alih-alih sekadar melihat, peserta dapat merasakan spiritualitas Jepang kuno dengan benar-benar menelusuri rute sejarah tersebut. Jalur dari Horyuji ke Tachibana-dera adalah jalan yang konon dilalui oleh Prince Shotuku saat menunggang kuda dengan pengawal, memberikan kesempatan untuk merasakan fragmen sejarah secara nyata. Bagian akhir berupa pembacaan sutra di Kuil Tachibana menawarkan momen ketenangan spiritual yang mendalam.
Titik awal acara, Kuil Horyuji, adalah situs penting yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO. Di sini terdapat bangunan bersejarah seperti Kondo dan Yumedono yang memungkinkan Anda memahami budaya terkait Prince Shotuku lebih dalam. Tujuan akhirnya, Kuil Tachibana, juga merupakan tempat bersejarah yang erat kaitannya dengan beliau. Di sekitar area ini, terdapat banyak kuil dan tempat suci lainnya yang merepresentasikan sejarah Nara.
Karena melibatkan aktivitas luar ruangan dan perpindahan tempat, disarankan mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki dan pakaian yang sesuai dengan cuaca. Sebagian rute mungkin menggunakan bus. Mengingat ini adalah sebuah ritual keagamaan, diharapkan pengunjung menjaga sikap hormat terhadap lingkungan sekitar. Harap periksa informasi dari penyelenggara mengenai detail pembayaran dan jadwal perjalanan.