
Panduan
Toma-dera adalah kuil penting yang terletak di Kota Katsuragi, Prefektur Nara, dengan sejarah yang membentang sejak zaman Asuka. Di dalam kompleks kuil ini, terdapat struktur unik yang disebut 'Dua Menara Timur dan Barat' yang tidak ditemukan di tempat lain di Jepang, di mana keduanya telah ditetapkan sebagai Harta Nasional. Selain itu, terdapat berbagai warisan budaya yang menceritakan sejarah Jepang, seperti lon perunggu tertua di Jepang dan lentera batu dari era Hakko. Tempat ini adalah ruang suci di mana Anda dapat merasakan kedalaman budaya spiritual di tengah suasana yang tenang, bangunan bersejarah, dan taman yang indah.
Sejarah Toma-dera dapat ditarik kembali hingga zaman Asuka. Di dalam kompleks kuil, terdapat Menara Timur dan Barat yang mempertahankan gaya arsitektur dari zaman Nara hingga awal periode Heian. Keberadaan dua menara yang berdampingan dari era kuno ini merupakan fenomena langka yang hanya ada di Toma-dera di seluruh Jepang. Selain itu, berbagai artefak yang melambangkan budaya kuno Jepang, seperti lon perunggu tertua yang dicetak pada era Hakko dan lentera batu tertua di depan Kundo, memungkinkan pengunjung untuk memahami perjalanan budaya spiritual Jepang secara visual.

Daya tarik Toma-dera terletak pada keragaman bangunan bersejarah dan patung Buddha-nya. Pertama, Menara Timur dan Barat yang merupakan Harta Nasional adalah peninggalan berharga yang mempertahankan gaya arsitektur kuno. Di Kundo (Aula Utama), Anda dapat memuja Maitreya Buddha yang merupakan dewa utama Toma-dera, serta patung Shitenno dari era Hakko yang megah. Selain itu, di Mandarado (Aula Utama), terdapat Mandara Toma yang disimpan dalam sebuah kotak suci (zushi) yang juga merupakan Harta Nasional. Di seluruh area kuil, Anda juga akan menemukan benda-benda bersejarah seperti lon perunggu tertua, lentera batu era Hakko, dan batu Kogoishi yang memberikan kesan mendalam tentang beratnya sejarah.
Kompleks kuil ini menawarkan ekspresi yang berbeda di setiap musim, menjadikannya menarik untuk dikunjungi kapan saja. Khususnya pada musim semi, bunga Peony (Botan) akan mekar dengan indahnya, menghiasi pemandangan taman. Di sekitar area Nakano-bo, Anda juga dapat menikmati keindahan alam yang berganti sesuai musim. Kami menyarankan Anda untuk mengunjungi pada siang hari untuk melihat kemegahan Menara Timur dan Barat, atau berjalan santai di sekitar kuil pada waktu yang lebih tenang untuk merasakan keheningan sejarah. Nikmatilah harmoni antara bangunan bersejarah dan alam yang berubah seiring pergantian musim.

Toma-dera menawarkan berbagai pengalaman untuk menyentuh budaya tradisional Jepang secara langsung. Di Nakano-bo, yang terkenal dengan langit-langit lukisannya, Anda dapat mencoba pengalaman 'Shakubutsu' (menyalin gambar Buddha) atau menyalin teks suci dengan mengikuti jejak tulisan tangan Putri Chujo. Ini adalah kesempatan berharga untuk mempelajari spiritualitas Jepang secara langsung. Selain itu, Anda juga dapat berjalan-jalan di taman 'Kouen' di Nakano-bo atau menikmati waktu tenang sambil menyesap teh matcha. Sebuah pengalaman yang menenangkan diri di tengah ruang bersejarah menanti Anda.
Di dalam kompleks Toma-dera terdapat beberapa biara penting, termasuk Nakano-bo. Nakano-bo adalah ruang bersejarah yang dilengkapi dengan taman dan ruang teh yang menawan. Selain itu, di Seinan-in, Anda dapat menikmati taman dari era Edo dan bunga Rhododendron yang mekar pada musim tertentu. Fasilitas-fasilitas di sekitar ini merupakan bagian penting untuk memahami sejarah Toma-dera secara lebih mendalam, dan dengan berkeliling kompleks kuil, Anda dapat menyentuh budaya setempat dari berbagai sudut pandang.

Saat berkeliling kompleks kuil, harap gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Mohon tunjukkan rasa hormat saat mengunjungi bangunan bersejarah dan patung Buddha. Jika Anda ingin mencoba aktivitas seperti menyalin teks suci, kami sarankan untuk memeriksa detailnya terlebih dahulu. Selain itu, saat menikmati pengalaman seperti minum teh matcha, harap perhatikan tata krama tradisional Jepang. Karena area kuil cukup luas dan memiliki struktur bersejarah, harap berhati-hati saat melangkah.