
Panduan
Taga Jinja yang terletak di Kota Nogata, Prefektur Fukuoka, dikenal sebagai kuil pelindung bagi kawasan kota benteng Nogata. Kuil ini menyembah pasangan dewa Izanagi no Okami dan Izanami no Okami, yang dalam mitologi Jepang dipercaya sebagai pencipta daratan Jepang. Dahulu dikenal dengan nama 'Hiwaka-gu' atau 'Myoken Daimyojin', kuil ini telah berjalan beriringan dengan sejarah lokal. Saat ini, tempat ini menjadi pusat kepercayaan masyarakat setempat melalui berbagai upacara dan ritual tradisional yang terus dijaga kelestariannya.
Meski tahun pendirian pastinya tidak diketahui, kuil ini diyakini sudah ada sejak zaman Heian. Pada tahun 736 (era Tenpyo), kuil ini memiliki sejarah yang erat dengan kepercayaan Myoken akibat pengaruh sinkretisme agama Buddha dan Shinto. Pada tahun 1691 (era Genroku), nama kuil diubah menjadi 'Taga Daigami' sebelum akhirnya menjadi 'Taga Jinja' seperti sekarang. Catatan sejarah juga menunjukkan bahwa pada zaman Nanboku-cho, terdapat renovasi bangunan kuil oleh Pangeran Karyo, menandakan pentingnya lokasi ini dalam politik dan budaya sejak lama. Selain itu, pada zaman Edo, penguasa Nogata membangkitkan kembali ritual 'Goshinko-sai', yang memperkuat peran kuil sebagai simbol sejarah daerah.

Di Taga Jinja, Anda dapat menyaksikan berbagai ritual tradisional yang berbeda setiap musimnya. Salah satu yang paling ikonik adalah 'Hiwaka Odori' yang berasal dari zaman Edo, di mana para penari membentuk lingkaran di sekitar payung sambil diiringi oleh penyanyi dan pemusik. Selain itu, persembahan 'Yamakasa' yang gagah juga menjadi pemandangan yang luarft luar biasa. Saat ini, persembahan dilakukan oleh empat distrik setempat, menciptakan suasana yang sangat hidup. Keindahan alam di sekitar kuil, termasuk Gunung Myoken, juga memberikan pemandangan yang asri dan menenangkan.
Kuil ini mengadakan ritual sesuai pergantian musim. Pada musim panas (28 Juli – 1 Agustus), diadakan 'Nagoshi no Matsuri' untuk memohon kesehatan dan keselamatan, di mana pengunjung dapat melakukan ritual 'Chinowa Kuguri' (melewati lingkaran jerami). Pada musim gugur (10 – 12 Oktober), diadakan 'Shuki Daisai' atau Hiwaka Matsuri untuk memohon hasil panen yang melimpah, yang menampilkan tarian Hiwaka Odori yang unik. Mengunjungi pada siang hari memungkinkan Anda menikmati suasana tenang dan mengagumi arsitektur bangunan kuil. Jika Anda datang selama periode festival, Anda dapat merasakan energi luar biasa dari seni tradisional Jepang secara langsung.
Pengunjung dapat berpartisipasi dalam ritual musiman. Misalnya, saat Nagoshi no Matsuri, Anda bisa mencoba 'Chinowa Kuguri' untuk menyucikan diri secara spiritual. Di kantor kuil, terdapat juga praktik pembersihan diri (yakubarai) menggunakan boneka tradisional. Selain itu, pada periode tertentu, Anda mungkin bisa mendapatkan 'Goshuin Spesial' sebagai kenang-kenan budaya yang berharga. Selama festival berlangsung, Anda dapat merasakan semangat festival Jepang yang autentik melalui gerakan tarian dan parade Yamakasa yang dinamis.
Taga Jinja terletak di pusat kota benteng Nogata, di mana Anda dapat menemukan suasana kota tua yang bersejarah. Area di sekitar Gunung Myoken juga menawarkan lingkungan alam yang kaya, sangat cocok untuk berjalan santai sambil menikmati udara segar. Kawasan sekitar sering mengadakan berbagai acara musiman, memungkinkan Anda untuk bersentuhan langsung dengan bangunan dan budaya yang memiliki latar belakang sejarah yang kuat.