
Panduan
Shoji Pass terletak di ketinggian sekitar 1.255 meter di Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi. Terletak di sebelah barat laut Danau Shoji, salah satu dari Lima Danau Fuji, tempat ini memungkinkan Anda melihat panorama megah Gunung Fuji dan Danau Shoji secara bersamaan. Danau Shoji terbentuk akibat aktivitas vulkanik Gunung Fuji, dan perpaduan antara permukaan air yang tenang dengan latar belakang gunung yang gagah selalu memikat setiap pengunjung. Ini adalah tempat yang sempurna untuk melepaskan diri dari rutinitas dan merasakan napas alam yang murni.
Ada beberapa teori mengenai asal-usul nama 'Shoji'. Salah satunya adalah kepercayaan bahwa para peziarah Gunung Fuji melakukan ritual penyucian diri (Seisho Kessai) dengan mandi di danau ini. Nama ini juga dikaitkan dengan istilah 'Senochi' yang merujuk pada posisinya yang berada di belakang Gunung Fuji. Pada masa pertengahan, area ini merupakan bagian dari jalur Chudo Kangen, sebuah rute perdagangan penting yang menghubungkan Kofu ke arah Suruga. Menariknya, tempat ini juga pernah dikenal oleh Harry Stewart Whitworth sebagai 'Japan Shoji' dan dikenal sebagai tempat peristirahatan musim panas bagi banyak wisatawan asing di masa lalu.

Daya tarik utamanya adalah pemandangan panorama di mana Anda bisa melihat Danau Shoji dan Gunung Fuji sekaligus. Karena tidak ada bangunan tinggi di sisi utara danau, pemandangan Gunung Fuji terlihat sangat jernih dengan latar belakang hijau dari Hutan Aokigahara. Selain itu, di dekat Danau Shoji terdapat 'Sugi Besar Shoji' (Sugi Seribu Tahun), sebuah monumen alam nasional berupa pohon cedar setinggi 45 meter dengan lingkar batang 13,6 meter, yang menunjukkan kekuatan luar biasa dari alam. Anda juga dapat menuju ke Panorama Dai pada ketinggian 1.325 meter, sebuah titik di mana Anda bisa melihat seluruh lanskap Danau Shoji, Danau Motosu, Danau Saiko, Danau Kawaguchiko, dan Gunung Fuji secara menyeluruh.
Shoji Pass adalah area terbuka yang tidak memiliki jam operasional khusus, sehingga Anda dapat menikmati keindahan alamnya kapan saja. Meskipun alam dapat dinikmati sepanjang tahun, pemandangan akan berubah sesuai musim. Waktu terbaik untuk mengamati perubahan vegetasi dan lanskap adalah dari bulan Maret hingga Oktober. Jika Anda berencana menggunakan jalur pendakian, harap perhatikan perubahan cuaca dan suhu secara mendadak. Sangat disarankan untuk berkunjung pada hari dengan cuaca stabil untuk mendapatkan pengalaman visual yang maksimal.
Di sini, Anda dapat menikmati kegiatan luar ruangan seperti hiking dan pendakian ringan. Jalur pendakian yang dimulai dari tepi Danau Shoji relatif terawat, sehingga cukup ramah bagi pemula. Anda juga dapat berjalan menyusuri jalur Tokai Nature Walk yang melewati Hutan Aokigahara untuk mengamati ekosistem hutan secara langsung. Danau Shoji sendiri juga sering digunakan sebagai lokasi rekreasi air, termasuk kompetisi kano. Ini adalah kesempatan langka untuk merasakan kedekatan dengan topografi alam dan keindahan bentuk Gunung Fuji secara langsung.
Di sekitar Shoji Pass, alam dan sejarah menyatu dengan harmonis. Di sebelah utara danau, terbentang Hutan Aokigahara yang luas, dan akses dapat ditempuh melalui Jalan Nasional 139. Di dekat Danau Shoji juga terdapat Kuil Suwa yang memiliki nilai budaya tinggi dengan lukisan Hyakunin Isshu di langit-langitnya. Selain itu, terdapat Panorama Dai di antara Danau Shoji dan Danau Motosu, yang menawarkan pandangan luas ke seluruh area lima danau. Menjelajahi area ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah dan alam di sekitar Lima Danau Fuji.
Karena Anda akan berjalan di lingkungan alam, siapkan pakaian yang nyaman dan sepatu pendakian yang kokoh. Mengingat ketinggiannya, sangat disarankan membawa jaket hangat untuk mengantisipasi perubahan suhu. Demi menjaga kelestarian alam, harap patuhi etika dengan membawa pulang sampah Anda dan jangan keluar dari jalur yang telah ditentukan.