
Panduan
Museum of Photography Shoji Ueda terletak di Hoki, Tottori, dan merupakan museum pribadi yang didirikan untuk menghormati jasa fotografer kelas dunia, Shoji Ueda. Didirikan pada 23 September 1995, museum ini menjadi wadah untuk merayakan warisan seni Ueda yang dikenal dengan gaya uniknya yang disebut 'UEDA-Cho'. Koleksi museum ini mencakup sekitar 12.000 karya yang disumbangkan langsung oleh Ueda, memungkinkan pengunjung menelusuri jejak artistiknya melalui berbagai pameran permanen. Selain itu, bangunan yang dirancang oleh arsitek Shin Takamatsu ini sendiri merupakan sebuah karya seni; desain celah pada dindingnya sengaja dibuat agar pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Daisen yang megah dari dalam ruangan.
Shoji Ueda adalah fotografer yang berbasis di Tottori dan karyanya telah mendapatkan pengakuan internasional. Museum ini didirikan untuk memperkenalkan seni dan profilnya kepada generasi mendatang. Terletak di dekat kampung halaman Ueda, museum ini juga berfungsi sebagai pusat budaya bagi wilayah Hoki. Koleksi berharga yang dipamerkan sebagian besar merupakan sumbangan pribadi dari beliau, menjadikannya dokumen penting dalam sejarah budaya fotografi Jepang.

Di dalam museum terdapat beberapa ruang pameran (Ruang 1 hingga 4) di mana Anda dapat mempelajari berbagai ekspresi artistik Ueda. Salah satu yang paling menarik adalah 'Ruang Pameran Video'. Di sini, pengunjung dapat menikmati program video menggunakan sistem layar besar 200 inci, termasuk proyeksi 'Gunung Daisen Terbalik' menggunakan lensa 600mm terbesar di dunia, yang memberikan pengalaman visual yang luar_biasa. Selain itu, perpaduan antara desain arsitektur dan alam adalah daya tarik utama. Celah pada bangunan memungkinkan Anda melihat bentuk Gunung Daisen (yang juga disebut Fuji dari arah Hoki), menciptakan harmoni antara karya yang dipamerkan dengan lanskap sekitarnya.
Ekspresi museum ini berubah-ubah tergantung musim dan waktu. Pengalaman visual akan terasa lebih mendalam saat pemandangan Gunung Daisen terlihat paling indah atau saat program video sedang berlangsung. Harap dicatat bahwa museum tutup selama periode musim dingin dari bulan Desember hingga Februari, jadi sangat penting untuk memeriksa jadwal operasional sebelum berkunjung. Jam operasional adalah pukul 10:00 hingga 17:00 (pintu masuk terakhir pukul 16:30). Menikmati harmoni antara arsitektur dan lanskap di bawah cahaya sore yang lembut adalah salah satu cara terbaik untuk berkunjung.

Di sini, Anda tidak hanya sekadar melihat foto, tetapi juga merasakan harmoni antara arsitektur dan alam. Program video di layar besar menawarkan pengalaman seni yang dinamis, berbeda dari foto statis. Anda juga dapat mengunjungi Museum Shop yang menjual berbagai item eksklusif yang berkaitan dengan konsep museum sebagai kenang-kenang perjalanan. Menikmati dunia fotografi dengan latar belakang pemandangan alam melalui celah arsitektur akan menjadi pengalaman yang sangat istimewa.
Di sekitar museum, terdapat banyak titik untuk menikmati alam. Misalnya, 'Fukuoka Tsutsumi' yang terkenal sebagai tempat melihat fenomena 'Gunung Daisen Terbalik' di permukaan air. Selain itu, fasilitas seperti 'Tottori Flower Corridor' juga merupakan destinasi yang tepat untuk menyentuh budaya dan alam Tottori. Mengunjungi tempat-tempat ini bersamaan dengan kunjungan ke museum akan memperdalam pemahaman Anda tentang budaya lokal.
Saat mengunjungi museum, harap periksa aturan penggunaan kamera di setiap ruang pameran untuk melindungi koleksi. Jaga ketenangan selama berada di dalam ruangan. Tidak ada aturan khusus mengenai pakaian, namun disarankan mengenakan pakaian yang nyaman untuk berjalan-jalan. Untuk detail mengenai pembayaran atau reservasi, harap selalu memeriksa informasi terbaru di lokasi.