
Panduan
Terletak di Kota Tsu, Prefektur Mie, Shitennoji (Soseizan Shitennoji) adalah kuil aliran Zen Soto yang memiliki hubungan erat dengan Pangeran Shotoku. Di dalam area kuil, Anda dapat menyaksikan patung Yakushi Nyorai yang merupakan Aset Budaya Penting yang telah dijaga selama lebih dari 1.000 tahun, gerbang gunung (Sanmon) dari era Edo, serta menjadi saksi sejarah baru melalui pembangunan Kannon Agung Era Reiwa baru-baru ini. Keindahan arsitektur bersejarah dan pengalaman budaya seperti meditasi Zazen dalam lingkungan yang tenang akan membawa pengunjung merasakan kedalaman spiritualitas Jepang.
Kuil ini memiliki hubungan sejarah yang mendalam dengan Pangeran Shotoku. Salah satu aset budayanya adalah patung Yakushi Nyorai yang dibuat atas doa kesembuhan penyakit dari seorang wanita bernama Misao Monobe pada zaman Heian, yang berhasil bertahan melewati berbagai peperangan hingga saat ini. Sejarah kuil ini juga mencatat bahwa tokoh militer era Sengoku, Todo Takatora, membangun kembali kuil ini sebagai tempat pemujaan untuk mendiang istrinya, Kuhoyoin. Selain itu, terdapat jejak sejarah lain seperti Sanmen Daikokuten yang konon didoakan oleh Oda Nobunaga, serta makam yang diyakini sebagai ibu dari Nobunaga, menjadikan tempat ini pusat kepercayaan yang menyatu dengan sejarah lokal.

Banyak aset budaya berharga tersebar di area kuil. Pertama, patung Yakushi Nyorai dan patung Pangeran Shotoku (era Kamakura) yang merupakan Aset Budaya Penting adalah objek yang wajib dilihat. Koleksi ini menunjukkan esensi seni Buddha Jepang yang telah dijaga selama berabad-abad. Selain itu, gerbang Sanmon dengan gaya arsitektur awal era Edo dan longang besar (Bonsho) yang ditetapkan sebagai aset budaya Kota Tsu, memberikan kesan kemegahan sejarah. Kehadiran 'Kannon Agung Era Reiwa' yang baru-baru ini dibangun juga menarik perhatian sebagai bentuk doa di era modern.
Shitennoji terkadang menyediakan Goshuin (stempel kuil) khusus yang berbeda setiap musimnya. Misalnya, pada musim semi terdapat motif bunga rapeseed (nanohana), musim panas bunga matahari, dan musim gugur dengan motif bunga osmanthus (kinmokusei). Selain itu, pada malam tahun baru, terdapat ritual tradisional pembunyian lonang (Joya no Kane) untuk menandai pergantian tahun. Untuk suasana yang lebih tenang dan khusyuk, sangat disarankan untuk berkunjung pada pagi hari saat area kuil masih sunyi.

Sebagai bentuk pelarian dari rutinitas sehari-hari, kuil ini menawarkan pengalaman meditasi Zazen dan menulis sutra (Shakyo). Setiap Minggu pagi, diadakan sesi Zazen yang terbuka bagi pemula, yang meliputi latihan fisik ringan diikuti dengan meditasi dan sesi berbagi teh. Pengalaman menulis sutra juga dapat dilakukan melalui reservasi sebelumnya. Ini adalah kesempatan berharga untuk menyentapi disiplin spiritual tradisional Jepang. Harap dicatat bahwa ketersediaan program khusus seperti Zazen dengan sesi minum teh dapat berubah tergantung musim, jadi disarankan untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu.
Shitennoji terletak di tengah alam yang asri di Kota Tsu, Prefektur Mie. Area di sekitarnya memiliki latar belakang sejarah yang terkait dengan Todo Takatora, menjadikannya titik awal yang tepat untuk berjalan-jalan sejarah. Anda dapat merencanakan rute perjalanan yang memadukan keindahan alam dan sejarah kota Tsu.
Saat berkunjung, disarankan mengenakan pakaian yang sopan. Jika ingin mengikuti aktivitas seperti meditasi Zazen atau menulis sutra, gunakanlah pakaian yang nyaman (seperti pakaian olahraga/jersey). Karena pembayaran Goshuin atau biaya pengalaman memerlukan uang tunai, pastikan Anda menyiapkannya. Mengingat banyaknya aset budaya berharga di area kuil, harap perhatikan aturan pengambilan foto dan jaga ketenangan lingkungan agar tetap kondusif.