
Panduan
Shishigahana Wetland adalah lahan basah berharga yang terletak di Kota Kaho, Prefektur Akita, yang terbentuk berkat berkah dari Gunung Chokai. Di ketinggian sekitar 550m, terdapat limpahan mata air yang muncul dari tebing aliran lava, menciptakan ekosistem yang kaya. Jalur setapak kayu sepanjang sekitar 5 km telah disediakan, memungkinkan Anda merasakan kekuatan hidup alam secara langsung di tengah hutan pohon beech dan oak yang megah.
Bentang alam di area ini terbentuk dari kombinasi proses alam dan sejarah lokal. Sejak akhir zaman Edo hingga era Showa, aktivitas pembakaran arang dilakukan di wilayah ini. Sejarah penebangan pohon di masa lalu diyakini memengaruhi bentuk unik pertumbuhan pohon beech saat ini. Secara geologis, lingkungan mata air dan lahan basah ini terbentuk karena adanya endapan dari runtuhan Gunung Chokai yang kemudian tertutup oleh aliran lava.

Di Shishigahana Wetland, Anda dapat menemukan fenomena alam dan tumbuhan unik yang tidak ditemukan di tempat lain:
Pengalaman yang ditawarkan berubah sesuai musim. Dari bulan April hingga Juni, merupakan musim dedaunan hijau segar, waktu yang sangat ideal untuk berjalan santai di jalur setapak dengan udara yang sangat jernih. Karena adanya pembatasan akses jalur setapak tergantung musim, disarankan untuk memeriksa kondisi lokal sebelum berkunjung.

Dengan berjalan di jalur setapak kayu yang sudah tertata, Anda dapat menikmati pengamatan alam tanpa perlu khawatir akan kondisi pijakan. Aktivitas utama meliputi pengamatan ekosistem langka seperti pohon beech raksasa dan Chokai Marimo. Anda juga dapat mengikuti tur dengan Geo-Guide lokal untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai topografi dan flora di sini.
Di sekitar lahan basah, terdapat beberapa titik yang memancarkan energi alam. Salah satunya adalah Mototaki Ryusuigai yang dapat diakses dengan berjalan kaki dari tempat parkir, yang terkenal dengan pemandangan air yang jatuh dari tebing lava. Selain itu, terdapat juga Hutan Rekreasi Nakajimadai yang menawarkan lingkungan hutan yang luas.
Karena merupakan kawasan konservasi alam, harap patuhi aturan berikut: