
Panduan
Mercusuar Shioyasaki adalah mercusuar berbentuk menara putih yang indah, terletak di dalam Taman Alam Prefektur Iwaki Coast, garis pantai Kota Iwaki, Prefektur Fukushima. Sejak pertama kali dinyalakan pada tahun 1899 (Era Meiji 32), mercusuar ini telah menjaga keselamatan navigasi selama bertahun-tahun. Karena keindahan tampilannya, tempat ini terpilih sebagai salah satu dari "50 Mercusuar Terbaik di Jepang". Di kalangan penduduk setempat, ia juga dikenal sebagai "Mercusuar Toyoma". Berdiri kokoh di semenanjung yang menjorok ke Samudra Pasifik, mercusuar ini selalu berhasil memikat hati setiap pengunjung yang datang.
Wilayah ini dikenal sejak zaman dahulu sebagai area navigasi yang sulit karena arus laut yang kuat. Oleh karena itu, pada zaman Edo, menara sinyal dibangun untuk menjaga keamanan transportasi laut. Mercusuar yang ada saat ini memiliki sejarah panjang, termasuk rekonstruksi menjadi struktur beton bertulang setelah mengalami kerusakan akibat gempa bumi lepas pantai utara Fukushima pada tahun 1938. Selain itu, mercusuar ini juga melewati masa sulit saat menerima serangan selama Perang Dunia II yang sempat menghilangkan fungsinya. Namun, setelah berhasil melewati bencana gempa bumi dan tsunami besar tahun 2011, kini ia berdiri sebagai simbol pemulihan dan saksi sejarah yang terus memancarkan cahayanya.
Selain sejarahnya, aspek budaya di sini juga sangat penting. Lokasi ini pernah menjadi latar film berjudul "Yorokobi mo Kanashimi mo Ikusaigetsu" yang dirilis pada tahun 1957, sebuah karya yang mengisahkan kehidupan petugas mercusuar dan keluarganya yang menyentuh hati banyak orang di Jepang. Di dekat mercusuar, terdapat "Hibari no Sono", sebuah area yang memiliki monumen lagu dan foto dari penyanyi legendaris Hibari Misora, menjadikannya titik budaya yang populer bagi para penggemar.

Salah satu daya tarik utamanya adalah statusnya sebagai "mercusuar yang bisa didaki". Anda dapat menaiki tangga menuju bagian atas struktur setinggi 27 meter. Di dalam ruang pameran, Anda dapat mempelajari sejarah dan mekanisme kerja mercusuar. Dari dekat puncak mercusuar, Anda akan disuguhi pemandangan luas Samudra Pasifik yang menakjubkan. Selain itu, keberadaan monumen lagu Hibari Misora yang dilengkapi sensor musik menciptakan ruang unik di mana sejarah dan musik menyatu secara harmonis.
Mercusuar Shioyasaki dapat dinikmati keindahannya sepanjang tahun, namun waktu terbaik untuk berkunjung adalah musim panas antara Mei hingga Agustus saat garis pantai terlihat sangat indah. Pada siang hari, kontras antara warna putih mercusuar dan birunya laut sangat tajam, menjadikannya waktu yang sempurna untuk fotografi. Kami menyarankan untuk berkunjung pada pagi hari agar dapat mengeksplorasi pameran sejarah dengan lebih tenang. Harap dicatat bahwa jam operasional dapat berubah tergantung musim dan hari.
Di sini, Anda tidak hanya sekadar menikmati pemandangan, tetapi juga bisa melakukan wisata berbasis pengalaman. Menaiki tangga mercusuar dan melihat laut dari ketinggian adalah pengalaman langka yang tidak ditemukan di banyak mercusuar lainnya. Anda juga dapat merasakan budaya musik Jepang melalui sensor musik di area monumen Hibari Misora. Memahami latar belakang sejarahnya akan membuat Anda melihat mercusuar ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kehidupan dan budaya masyarakat setempat.
Sekitar mercusuar ditetapkan sebagai Taman Alam Prefektur Iwaki Coast dengan garis pantai yang indah. Area ini juga populer bagi pecinta olahraga air karena pantai berpasir putih yang cantik. Lokasinya juga strategis karena dekat dengan akses menuju "Aqua Marine Park" yang terkenal di Iwaki serta kawasan onsen "Iwaki Yumoto Onsen", sehingga cocok dijadikan bagian dari rute perjalanan berkendara di sepanjang pantai.
Saat menaiki bagian dalam mercusuar, sangat disarankan untuk menggunakan sepatu yang nyaman karena Anda akan menaiki banyak tangga. Karena lokasinya di tepi pantai, angin bisa bertiup kencang, jadi membawa jaket atau topi akan sangat membantu. Pembayaran untuk donasi kunjungan menggunakan uang tunai (300 Yen). Meskipun ada beberapa informasi dalam bahasa Inggris pada papan informasi, sebagian besar panduan menggunakan bahasa Jepang. Mohon jaga ketenangan dan etika saat mengunjungi area pameran dan monumen.