
Panduan
Shikoku Karst adalah dataran karst megah yang membentang dari ketinggian sekitar 1.100m hingga 1.400m di perbatasan antara Prefektur Ehime dan Prefektur Kochi. Dikenal sebagai salah satu dari tiga karst terbesar di Jepang, pemandangan di sini layak disebut sebagai 'Surga di Atas Awan'. Di tengah padang rumput yang luas, Anda akan menemukan formasi unik seperti 'karren' (bongkahan batu kapur) dan 'doline' (cekungan tanah). Kehadiran sapi yang merumput dengan tenang di antara batu kapur putih dan langit biru memberikan suasana damai yang membawa Anda ke dunia lain. Ini adalah tempat terbaik untuk melepas penat dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.
Secara geologis, wilayah ini memiliki sejarah yang sangat menarik. Batuan kapur ini terbentuk dari terumbu karang di masa lampau yang kemudian terbawa ke posisi saat ini selama periode Permian. Dengan bentuk memanjang sekitar 15km ke arah timur-barat, wilayah ini memiliki struktur geologi yang kompleks. Kawasan ini telah dilindungi sebagai taman alam sejak lama, di mana keindahan lanskapnya dijaga dengan menyeimbangkan antara konservasi alam dan pariwisata. Tempat ini juga dikenal sebagai bagian dari tradikisi lokal yang memikat pengunjung selama bertahun-tahun.

Daya tarik Shikok Karst tersebar di seluruh areanya yang luas. Di ujung barat, area 'Onogahara' menawarkan pemandangan pastoral yang tenang dengan sapi yang merumput. Jalur utama berkendara yang paling populer adalah di sekitar 'Toge Jisho' di bagian tengah. Sementara itu, area 'Tengu Kogen' dan 'Himezurahira' di bagian timur menawarkan pemandangan yang lebih dramatis karena ketinggiannya. Pada malam hari, daya tarik utamanya adalah 'Langit Bertabur Bintang'. Karena minimnya polusi cahaya, ini adalah titik sempurna untuk mengamati Bima Sakti dan bintang jatuh. Baik Anda ingin berkendara, hiking, atau bersepeda, panorama megah ini siap menyambut Anda.
Shikoku Karst menampilkan wajah yang berbeda di setiap musim. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah dari awal musim panas hingga musim panas, di mana udara pegunungan yang segar sangat menyenangkan untuk hiking (sekitar Juni hingga Juli). Waktu siang hari adalah saat terbaik untuk berkendara guna melihat kontras antara langit biru dan batu kapur putih. Untuk malam hari, pengamatan bintang adalah aktivitas utama. Menginap di area perkemahan atau cottage akan memberikan pengalaman tak terlupakan di bawah langit malam yang sunyi. Perlu dicatat bahwa pada musim dingin (mulai akhir November), jalanan mungkin ditutup karena salju atau es, jadi pastikan memeriksa informasi terbaru.

Anda dapat merasakan alam secara menyeluruh melalui berbagai aktivitas. Salah satunya adalah 'Cycling di Langit' menggunakan E-BIKE (sepeda listrik) untuk merasakan sensasi berkendara di tengah pemandangan luas. Hiking dan trekking juga sangat populer untuk mengamati formasi karst dari dekat. Jika Anda menyukai road trip, berkendara menyusuri jalan lintas Shikoku Karst (Jalan Prefektur Ehime No. 383) akan memberikan pemandangan yang luar biasa. Anda juga bisa merasakan kemewahan tidur di alam terbuka dengan menginap di area perkemahan atau cottage.
Karena areanya yang luas, setiap bagian menawarkan kesenangan yang berbeda. Bagian timur seperti 'Tengunomori' atau 'Tengu Kogen' memiliki lanskap yang lebih dinamis karena ketinggiannya. Untuk akomodasi, tersedia 'Himezuraso' atau 'Himezurahira Campground' yang menawarkan kenyamanan di tengah alam. Akses dapat dilakukan baik dari sisi Ehime maupun Kochi. Disarankan untuk mengisi bahan bakar kendaraan Anda terlebih dahulu karena pom bensin di sekitar mungkin memiliki jam operasional terbatas.

Karena berada di dataran tinggi, suhu di sini jauh lebih rendah dibandingkan di dataran rendah. Meskipun musim panas, angin bisa terasa dingin, jadi siapkan pakaian lengan panjang, celana panjang, topi, serta jaket atau fleece. Karena cuaca bisa berubah drastis, jas hujan adalah wajib. Untuk hiking, gunakan sepatu yang nyaman dan siapkan minuman serta makanan ringan. Karena ini adalah taman alam, dilarang keras mengambil tanaman atau merusak lingkungan. Selain itu, karena sinyal ponsel mungkin tidak stabil, disarankan menyiapkan peta offline. Untuk menghindari gigitan serangga atau kutu, gunakan pakaian yang menutupi kulit.