
Panduan
Shikinaen adalah taman bersejarah yang dulunya digunakan sebagai vila pribadi keluarga kerajaan Ryukyu. Karena dibangun untuk menyambut utusan resmi dari Tiongkok (Sappushi), taman ini memiliki lanskap unik yang memadukan arsitektur bergaya Tiongkok, budaya khas Ryukyu, dan gaya penataan taman Jepang. Taman ini menggunakan format 'stroll garden' (taman keliling), di mana pengunjung dapat menikmati pemandangan yang terus berubah sambil berjalan mengelilingi kolam besar yang disebut 'Kolam Shinji'. Saat ini, Shikinaen terdaftar sebagai salah satu bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, 'Gusuku dan Situs Terkait Kerajaan Ryukyu', menjadikannya simbol penting bagi sejarah dan budaya Okinawa.
Tempat ini dibangun pada tahun 1799 dan telah memiliki sejarah panjang dalam menyambut utusan penting dari Tiongkok sejak tahun 1800. Ini merupakan titik krusial bagi Kerajaan Ryukyu untuk menjaga hubungan diplomatik yang erat dengan Tiongkok. Dahulu terdapat 'Ochaya Udun' di dekat Shuri, namun kemudian Shikinaen, yang juga dikenal sebagai 'Nanen', dikembangkan di lokasi saat ini. Meskipun sempat mengalami kerusakan akibat Perang Okinawa pada Perang Dunia II, taman ini telah direkonstruksi secara teliti selama sekitar 20 tahun mulai tahun 1975. Bentuknya yang sekarang adalah replika setia yang didasarkan pada model arsitektur asli dan salinan prasasti batu dari masa lalu.

Di dalam taman, Anda akan menemukan berbagai bangunan unik yang mencerminkan perpaduan budaya Tiongkok dan Ryukyu. Paviliun segi enam yang mengapung di kolam dan jembatan lengkung bergaya Tiongkok adalah spot ikonik yang menunjukkan pengaruh Asia Timur. Selain itu, penggunaan batu kapur Ryukyu dalam penataan area sekitar kolam menunjukkan teknik lanskap yang memanfaatkan material lokal. Dengan berjalan santai di sekitar Kolam Shinji, Anda dapat mengamati perubahan tanaman sesuai musim serta kemegahan bangunan tradisional beratap genteng merah yang disebut 'Udun'.
Anda dapat menikmati pemandangan yang berbeda-beda di Shikinaen tergantung musimnya. Pada musim semi, Anda bisa mencium aroma bunga plum di hutan plum sebelah timur kolam, sementara musim panas menawarkan keindahan bunga wisteria yang bermekaran. Di musim gugur, bunga bellflower (Kikyo) akan menghiasi tepian kolam. Waktu siang hari sangat ideal untuk fotografi karena kontras antara bangunan, langit biru, dan pantulan di kolam sangat tajam. Menjelang sore, cahaya yang lebih lembut akan menambah kesan tenang dan sakral pada taman.

Selain berwisata, Anda dapat mempelajari budaya diplomasi Ryukyu secara langsung. Pada hari Minggu ketiga di setiap bulan ganjil, diadakan 'Penjelasan Warisan Dunia' oleh pemandu ahli. Mengikuti sesi ini memberikan kesempatan untuk belajar lebih dalam mengenai nilai sejarah tempat ini, dan seringkali terdapat keuntungan berupa pembebasan biaya masuk tertentu. Berjalan santai di jalur taman akan memberikan pengalaman imersif seolah Anda adalah anggota keluarga kerajaan atau utusan diplomatik di masa lalu.
Shikinaen terletak di bagian selatan kota Naha dan sangat mudah diakses dari area warisan dunia lainnya seperti Kastil Shuri. Area ini merupakan bagian dari rute sejarah Okinawa yang kaya akan situs-situs bersejarah. Anda dapat menggunakan bus dari pusat kota Naha untuk mencapai lokasi ini, menjadikannya tempat yang tenang untuk dikunjungi di sela-sela jadwal tur Anda.

Karena jalur di dalam taman banyak menggunakan jalan setapak batu dan terdapat beberapa perbedaan ketinggian (tangga), kami sangat menyarankan Anda memakai sepatu yang nyaman seperti sneaker. Hindari memakai sepatu hak tinggi atau alas kaki yang licin. Dilarang makan, minum, atau merokok di dalam area taman. Hewan peliharaan tidak diperbolehkan masuk, kecuali anjing pemandu (guide dog/service dog). Untuk pembayaran, meskipun tunai adalah yang utama, beberapa metode lain mungkin tersedia tergantung situasi, namun menyiapkan uang tunai sangat disarankan. Jika Anda ingin melakukan pengambilan foto untuk tujuan komersial, Anda wajib mengajukan izin terlebih dahulu.