
Panduan
Setoai Gorge terletak di hulu Sungai Kinu, Kota Nikko, Prefektur Tochigi, dan merupakan sebuah lembah indah yang merangkum keajaiban formasi alam. Terbentuk melalui erosi batuan tuf, tempat ini memiliki karakteristik pemandangan yang dramatis dengan tebing-tebing curam yang menjulang. Karena keindahannya, lokasi ini merupakan bagian dari Taman Nasional Nikko dan terpilih sebagai salah satu dari '100 Pemandangan Indah Tochigi'. Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari rutinitas harian dan merasakan napas alam yang tenang sekaligus kuat.
Wilayah ini memiliki sejarah unik di mana dahulu terdapat pemukiman yang terkait dengan legenda pelarian klan Heike. Namun, seiring dengan pembangunan Bendungan Kawamata, pemukiman tersebut tenggelam di bawah air, mengubah lanskap sejarah dan alamnya. Saat ini, kawasan ini dikelola sebagai destinasi wisata baru yang menyatu dengan perubahan lanskap akibat bendungan. Meskipun sempat terjadi perubahan aliran air akibat pembangunan bendungan, sejak dimulainya pengaliran air kembali pada tahun 2004, aliran air yang kaya dan keindahan lembah yang memukau telah kembali terlihat. Selain itu, jembatan gantung yang dulunya digunakan untuk keperluan manajemen bendungan, kini dibuka untuk umum sebagai 'Jembatan Gantung Watarasshai', menciptakan perpaduan antara konteks sejarah dan pariwisata modern.

Sorotan utama dari tempat ini adalah pemandangan dari 'Jembatan Gantung Watarasshai' yang membentang di depan Bendungan Kawamata. Kontras antara tebing curam yang terasa sangat dekat di bawah kaki Anda dengan aliran sungai di bawahnya sungguh luar biasa. Menyeberangi jembatan ini akan membuat Anda merasakan skala alam yang masif secara langsung. Selain itu, terdapat jalur pejalan kaki yang tertata rapi, memungkinkan Anda menikmati keindahan formasi lembah dari berbagai sudut. Pemandangan yang berubah setiap musim juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat musim gugur, di mana pegunungan di sekitarnya berubah warna menjadi sangat cerah dan mengubah seluruh lembah menjadi sebuah karya seni alam.
Setoai Gorge memiliki pesona yang berbeda di setiap musim, namun waktu yang paling direkomendasikan adalah musim gugur (sekitar September hingga November). Musim dedaunan hijau yang baru (sekitar Mei hingga Juni) juga sangat indah dan cocok untuk hiking. Namun, harap diperhatikan bahwa jalur pejalan kaki ditutup selama musim dingin (sekitar akhir November hingga akhir April), jadi pastikan untuk memeriksa jadwal sebelum berkunjung. Mengunjungi di siang hari saat sinar matahari menyinari permukaan air dan tebing akan memberikan hasil foto yang sangat indah.

Di sini, Anda dapat menikmati 'Nature Walk' atau berjalan santai di tengah alam. Berjalan menyusuri jalur yang tersedia sambil mendengarkan suara air dan merasakan kegagahan tebing akan memberikan ketenangan yang tidak bisa didapatkan di perkotaan. Di sepanjang jalur, terdapat juga museum bendungan yang memungkinkan Anda memahami bagaimana alam dan teknologi dapat berdampingan. Ini bukan pendakian gunung yang berat, melainkan pengalaman trekking ringan yang memungkinkan Anda mengamati formasi alam dari dekat.
Di sekitar kawasan ini terdapat Onsen (pemandian air panas) terkenal seperti 'Kawamata Onsen' dan 'Yunishigawa Onsen'. Kami menyarankan rute untuk berendam di onsen tersebut guna melepas lelah setelah berwisata. Lokasinya juga mudah diakses dari berbagai titik wisata utama di Nikko, menjadikannya bagian yang sempurna untuk memperpanjang rencana perjalanan wisata Nikko Anda. Lingkungan yang kaya akan alam ini juga sangat populer sebagai rute berkendara (driving route).

Sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman (seperti sepatu kets atau sepatu hiking). Meskipun jalur pejalan kaki sudah tertata, permukaan mungkin basah atau licin karena faktor alam, jadi harap berhati-hati. Untuk pembayaran di museum bendungan atau fasilitas sekitar, disarankan membawa uang tunai. Mengenai dukungan bahasa, meskipun terdapat papan informasi, bantuan staf dalam bahasa Inggris mungkin terbatas. Terakhir, mohon patuhi aturan menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan atau memetik tanaman.