
Panduan
Sekigan-ji adalah kuil bersejarah yang terletak di Sannami-cho, Kota Tamba, Prefektur Hyogo. Kuil ini memiliki sejarah panjang yang konon didirikan oleh Pangeran Shotoku, dan memiliki hubungan erat dengan klan Ashikaga, menjadikannya tempat yang sangat berharga untuk merasakan sejarah abad pertengahan. Daya tarik utamanya adalah jalan setapak sepanjang sekitar 700 meter yang menuju ke aula utama. Di sepanjang jalan ini, terdapat sekitar 600 pohon tua yang memberikan ekspresi berbeda di setiap musim. Terutama pada musim gugur, pepohonan di sekitarnya berubah warna menjadi warna-warni yang cerah, menciptakan pemandangan tenang di mana bangunan bersejarah menyatu harmonis dengan alam.
Sejarah kuil ini sangat tua; menurut catatan sejarah, kuil ini didirikan oleh Pangeran Shotoku pada era Kaisar Yometsu (tahun 587). Selain itu, catatan sejarah menyebutkan bahwa Yoshiaki, putra dari Ashikaga Takauji, pernah menetap di daerah ini, menunjukkan hubungan mendalam dengan klan Ashikaga. Selama periode perang saudara, kuil ini sempat mengalami masa sulit ketika sebagian besar area terbakar akibat invasi Akechi Mitsuhide, namun berkat upaya pemulihan dari para biksu dan umat, kuil ini kembali berdiri megah seperti sekarang. Patung Nio (Konjiki Riki Shi) yang berdiri di gerbang gunung adalah properti budaya penting nasional yang dibuat pada tahun 1242, menunjukkan nilai sejarah yang sangat tinggi.

Daya tarik terbesar Sekigan-ji adalah jalan setapak panjang menuju aula utama. Karena banyaknya pohon maple (momiji) yang ditanam di sepanjang jalan, Anda dapat menikmati perubahan pemandangan di setiap langkah. Selain itu, patung Konjiki Riki Shi di gerbang utama adalah warisan budaya penting yang memberikan kesan mendalam tentang beratnya sejarah. Suasana di dalam area kuil juga sangat menenangkan dengan suara aliran sungai yang terdengar, memberikan rasa damai bagi pengunjung. Pada musim tertentu, pemandangan "Ao-momiji" (daun hijau segar) juga sangat menawan.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Sekigan-ji adalah selama musim gugur. Dari bulan Oktober hingga Desember, pohon-pohon maple di jalan setapak akan berubah menjadi warna merah dan oranye yang sangat indah. Selain itu, pada awal musim panas, Anda dapat menikmati kesegaran "Ao-momiji" atau dedaunan hijau yang segar. Untuk menikmati ketenangan, sangat disarankan untuk datang di pagi hari saat suasana masih sepi. Jika Anda berkunjung pada hari Minggu ketiga di bulan November, Anda dapat menyaksikan "Festival Momiji Sekigan-ji" yang berkaitan dengan klan Ashikaga.

Di Sekigan-ji, Anda dapat berjalan santai di tengah alam sambil mengagumi bangunan bersejarah. Berjalan di jalan setapak sepanjang 700 meter bisa menjadi pengalaman seperti meditasi untuk menenangkan pikiran dari hiruk pikuk sehari-hari. Bagi pecinta sejarah, menjelajahi area kuil sambil mempelajari hubungan dengan klan Ashikaga dan sejarah era perang akan memberikan pemahaman yang lebih dalam. Pada musim tertentu, Anda juga mungkin bisa mendapatkan pengalaman unik melalui stempel kuil (Goshuin) edisi terbatas.
Di sekitar Sekigan-ji, terdapat berbagai tempat yang menonjolkan kekayaan alam Kota Tamba. Misalnya, dekat dari sini terdapat "Museum Dinosaurus Tamba" yang menawarkan pameran dan workshop menarik. Selain itu, terdapat banyak kafe dan restoran di sekitar area ini untuk menikmati bahan makanan lokal. Karena Kota Tamba dikenal dengan rute "12 Kuil Momiji", sangat disarankan untuk merencanakan perjalanan mengunjungi kuil-kuil lain di sekitarnya.

Karena jalan setapak cukup panjang, kami sangat menyarankan Anda untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Mengingat ini adalah tempat suci, harap jaga ketenangan selama berkunjung.