
Panduan
Seigantoji adalah kuil aliran Tendai yang terletak di Kota Nachikatsuura, Distrik Higashimuro, Prefektur Wakayama. Kuil ini merupakan salah satu aset penyusun Situs Warisan Dunia UNESCO 'Tempat Suci dan Jalur Ziarah Kii' dan merupakan bagian dari 'Kumano Sanzan' yang merupakan situs bersejarah nasional. Sebagai tempat pertama dalam ziarah Saigoku Sanjusansho, kuil ini juga dikenal luas sebagai 'Nachi Kannon'. Pemandangan yang mempertemukan kemegahan Air Terjun Nachi dengan pagoda tiga tingkat berwarna merah menyala menciptakan lanskap spiritual yang sangat indah, melambangkan penyatuan antara spiritualitas Jepang dan keindahan alam.
Sejarah kuil ini bermula pada era Kaisar Nintoku, yang didirikan oleh biksu Rakugyo Shonin. Sejak zaman dahulu, tempat ini telah menjadi pusat penyatuan kepercayaan gunung (Shugendo) dan Buddhisme, di mana banyak orang datang untuk melakukan praktik spiritual. Pada zaman Heian, ziarah ke Kumano menjadi sangat populer di kalangan kaisar dan bangsawan, hingga kemudian menyebar luas ke kalangan samurai dan rakyat jelata. Fenomena ini begitu masif sehingga disebut sebagai 'Ziarah Semut' karena banyaknya peziarah yang datang. Selain itu, tempat ini juga dikenal sebagai fondasi ziarah Saigoku Sanjusansho setelah Kaisar Kazan menyelesaikan seribu hari meditasi di Gunung Nachi.

Daya tarik terbesar Seigantoji adalah kontras visual antara pagoda tiga tingkat berwarna merah menyala dengan Air Terjun Nachi yang putih dan megah di latar belakang. Perpaduan warna merah pagoda dengan hijaunya hutan dan putihnya air terjun yang jatuh dari tebing curam menjadikannya objek fotografi favorit bagi wisatawan. Selain itu, bangunan utama (Hondo) yang menyembah Nyoirin Kannon telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting, menjaga gaya arsitektur bersejarah tetap lestari. Di sini juga terdapat berbagai artefak arkeologis berharga, seperti patung Buddha dari tembaga dan emas yang ditemukan dari situs kuno, yang menunjukkan kedalaman sejarah tempat ini.
Anda dapat menikmati ekspresi alam yang berbeda di setiap musim. Terutama pada musim semi (sekitar Maret hingga April), bunga sakura yang mekar di sekitar pagoda akan menambah keindahan pemandangan, menciptakan suasana yang sangat fotogenik. Pada musim hijau (awal musim panas), vegetasi yang rimbun memberikan kesan segar dan penuh kehidupan bersama dengan derasnya aliran air terjun. Untuk pengalaman terbaik, datanglah pada pagi hari saat udara masih jernih dan suasana sunyi, sehingga Anda dapat merasakan kemegahan yang sakral. Pada waktu-waktu tertentu, mungkin terdapat acara khusus dengan pencahayaan lampu yang memberikan kesan mistis di malam hari.

Di sini, Anda dapat bersentuhan langsung dengan budaya Buddha tradisional Jepang. Selain melakukan ziarah sebagai kuil pertama Saigoku Sanjusansho, Anda juga dapat mencoba budaya mengoleksi Goshuin (stempel suci). Terkadang, terdapat upacara khusus atau pembukaan relik suci yang memungkinkan Anda merasakan atmosfer ritual sejarah yang autentik. Melalui jalan santai di sekitar area kuil, Anda dapat merasakan sejarah tempat ini sebagai lokasi pelatihan spiritual yang menyatu dengan alam.
Seigantoji merupakan bagian penting dari Kumano Sanzan bersama dengan 'Kumano Nachai Taisha' yang bertetangga. Oleh karena itu, rute wisata umum setelah mengunjungi Seigantoji adalah melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Nachi dan Kumano Nachai Taisha. Area sekitarnya kaya akan alam, memungkinkan Anda untuk menikmati wisata alam dan penjelajahan sejarah secara bersamaan.
Saat berkunjung, harap menjaga etika dan kesopanan sebagai tempat ibadah. Karena terdapat banyak anak tangga batu dan kemiringan, sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan (seperti sepatu kets). Siapkan uang tunai jika Anda ingin membeli Goshuin atau memberikan persembahan. Mengenai fotografi, harap perhatikan instruksi setempat karena ada area atau waktu tertentu yang membatasi pengambilan gambar. Karena ini adalah tempat suci, harap menjaga ketenangan dan tidak berbicara dengan suara keras saat berkunjung.