
Panduan
Sanbutsu-ji Nyotodo adalah sebuah Harta Nasional yang terletak di bagian dalam kuil Sanbutsu-ji, sebuah kuil kuno aliran Tendai di Gunung Mitoku (ketinggian 899,7 m) di Prefektur Tottori. Ciri khas utamanya adalah pembangunannya yang memanfaatkan kemiringan curam di lereng utara tebing batu. Area ini merupakan situs sejarah yang dikelilingin oleh pegunungan tinggi dengan pemandangan lembah yang indah. Metode pembangunan Nyotodo yang memanfaatkan topografi alam asli masih menyimpan banyak misteri hingga saat ini.
Legenda Sanbutsu-ji bermula pada tahun 706 M, ketika pendeta En no Ozunu menjatuhkan kelopak bunga teratai, dan salah satu kelopaknya jatuh di tempat ini. Sejak saat itu, tempat ini berkembang sebagai pusat praktik Shugendo (asketisme gunung). Berdasarkan penelitian penanggalan dendrokronologi dari Institut Budaya Nara, Nyotodo diketahui dibangun pada akhir periode Heian (1186–1184). Nama 'Sanbutsu-ji' sendiri berasal dari penempatan tiga dewa utama (Amida, Buddha Shakyamuni, dan Dainichi) setelah biksu Jikaku Daishi membangun kompleks ini pada tahun 849 M. Konon, tokoh besar seperti Minamoto no Yoritomo dan Ashikaga Yoshimitsu juga sangat menghormati kuil ini.

Selain Nyotodo yang merupakan Harta Nasional, kompleks Sanbutsu-ji juga memiliki berbagai bangunan penting lainnya seperti Monjudo, Jizo-do, Nokyo-do, Bell Tower, Kannon-do, dan Fudo-do. Nyotodo memiliki tata letak yang sangat unik, di mana bangunan tersebut seolah-saja 'terjepit' di antara tebing batu tuf dan lapisan lava andesit di atasnya. Di kaki gunung, terdapat tiga kuil yaitu Rinko-in, Shozen-in, dan Kaisei-in yang masing-masing memegang peran sejarah yang penting.
Gunung Mitoku menawarkan perubahan pemandangan yang indah di setiap musim. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah dari Maret hingga Mei, serta September hingga November, saat vegetasi dan lanskap alam mengalami perubahan warna yang menawan. Namun, harap diperhatikan bahwa pendakian dilarang selama musim dingin (sekitar Desember hingga Maret) karena risiko salju tebal. Jam operasional pendaftaran adalah pukul 08:00 hingga 15:00, dengan batas waktu turun gunung maksimal pukul 16:30. Disarankan untuk berkunjung pada siang hari saat cahaya matahari optimal untuk melihat keindahan lembah.

Ziarah ke Nyotodo bukan sekadar wisata biasa, melainkan sebuah proses mengikuti jalur pendakian para praktisi Shugendo (Gyojado). Proses mendaki jalur gunung yang terjal untuk melihat Harta Nasional yang menyatu dengan alam adalah kesempatan langka untuk merasakan bentuk kepercayaan sejarah secara langsung. Saat berkunjung, pengunjung diwajibkan mengenakan 'Wagesa' (kalung kain ritual) di tempat pendaftaran untuk menambah suasana sakral dalam ibadah.
Di kaki Gunung Mitoku, terdapat beberapa kedai teh dan penginapan (shukubo) untuk para peziarah. Fasilitas seperti Mitoku-en, Tanigawa Tengudo, dan Mitoku Chaya menyajikan hidangan khas seperti masakan sayuran gunung (sansai). Selain itu, kuil-kuil seperti Rinko-in, Shozen-in, dan Kaisei-in turut menambah kedalaman nilai budaya di kawasan Gunung Mitoku.