
Panduan
Tamanai Castle Park adalah taman situs sejarah yang ditetapkan oleh prefektur, terletak di Kota Bando, Prefektur Ibaraki. Lokasi ini merupakan bekas situs 'Benteng Tamanai', yang pernah menjadi basis strategis bagi para samurai di era Sengoku. Saat ini, taman ini dikelola sebagai tempat untuk mempelajari sejarah sekaligus merasakan atmosfer masa lalu secara langsung. Di atas lahan seluas sekitar 63.000 m², Anda dapat melihat sisa-sisa parit dan benteng tanah yang masih terjaga dengan baik. Melalui penelitian arkeologi yang teliti, berbagai bangunan kayu seperti menara pengawas (yagura), bangunan utama (shuden), dan menara dua lantai telah direkonstruksi secara akurat, membawa pengunjung seolah-olah melakukan perjalanan waktu ke era Sengoku.
Sejarah Tamanai dimulai sejak masa kekuasaan klan Tamanai. Pada tahun 1536 (Tahun Tenbun ke-5), wilayah ini diserang oleh klan Hojo dari Odawara, dan sejak saat itu menjadi peran penting sebagai basis ekspansi klan Hojo ke wilayah Kanto Utara. Pada tahun 1577 (Tahun Tensho ke-5), tercatat bahwa benteng ini diperkuat dengan mengundang ahli teknik dari Fujisawa untuk membangun struktur yang lebih kokoh. Lokasi ini memiliki nilai strategis tinggi karena berada di perbatasan antara kekuatan besar seperti klan Hitachi Satake, klan Yuki, dan klan Tagaya. Setelah penaklukan Odawara oleh Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1590, benteng ini akhirnya ditinggalkan, namun nilai sejarahnya tetap diakui hingga saat ini.

Di dalam taman, terdapat banyak bangunan rekonstruksi yang menghidupkan kembali sejarah. Menara gerbang (yaguramon), jembatan kayu, menara dua lantai, dan bangunan utama adalah elemen penting untuk memahami struktur kastil zaman dahulu. Selain itu, di area Nishinino Kurawa, terdapat juga bangunan hasil pemindahan atau rekonstruksi dari benteng lain seperti pintu Yakuimon dari Kastil Kanskuki dan fondasi bangunan dari Kastil Koga, yang menawarkan keragaman arsitektur sejarah. Salah satu ikon lainnya adalah kolam 'Kane-hori', yang memiliki legenda tentang keluarga penguasa Tamanai, Tsune shige, yang konon mengakhiri hidup mereka di dalam kolam tersebut, menambah nuansa dramatis pada kunjungan Anda.
Taman ini menawarkan keindahan alam yang berubah setiap musim. Pada musim semi, Anda dapat menikmati jalan-jalan santai di tengah mekarnya bunga sakura yang indah. Di siang hari, waktu terbaik adalah saat matahari cerah, di mana Anda dapat masuk ke dalam bangunan rekonstruksi untuk mengamati detail arsitektur secara lebih mendalam dan jelas.

Tamanai Castle Park bukan sekadar tempat untuk melihat reruntuhan, melainkan tempat belajar yang interaktif. Anda dapat masuk ke dalam menara pengawas atau bangunan utama untuk merasakan bagaimana para samurai menjalani kehidupan mereka. Dengan lingkungan hijau yang luas, Anda juga bisa menikmati jalan santai atau walking tour sambil mempelajari latar belakang sejarah di sekelilingnya.
Terletak di tengah alam Bando yang kaya, area di sekitar taman mencerminkan lanskap sejarah yang autentik. Pemandangan di sekitar bekas benteng masih mempertahankan karakteristik wilayah yang dulunya merupakan lahan basah luas yang disebut 'Iinuma'. Anda dapat menikmati ketenangan antara harmoni antara situs sejarah dan alam.
Karena area taman cukup luas, kami menyarankan Anda mengenakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Saat memasuki bangunan rekonstruksi, harap jaga sikap untuk menghormati situs sejarah. Untuk penggunaan fasilitas tertentu seperti area BBQ, diperlukan perizinan sebelumnya. Informasi mengenai ketersediaan panduan bahasa Inggris di lokasi mungkin terbatas, jadi harap periksa kembali saat tiba di lokasi.