
Panduan
Kastil Saeki adalah sebuah kastil gunung bersejarah yang terletak di Kota Saeki, Prefektur Oita, yang dibangun pada awal era Edo. Terletak di puncak Gunung Hachiman dengan ketinggian 144 meter, kastil ini dikenal karena struktur 'Yamajiro' (kastil gunung) yang didominasi oleh dinding batu yang megah. Saat ini, situs ini diakui sebagai salah satu dari '100 Kastil Jepang yang Berlanjut' (Zoku Nihon Hyakumeijo), yang menegaskan nilai sejarahnya yang tinggi. Anda dapat merasakan transisi arsitektur benteng Jepang melalui sisa-sisa dinding batu yang masih berdiri serta struktur bangunan berharga yang disimpan di museum sejarah di kaki gunung.
Sejarah Kastil Saeki dimulai ketika Mori Takamasa memasuki Tsugumure pada tahun 1601. Namun, karena kastil asli berada di medan yang sangat terjal, pembangunan kastil di lokasi Gunung Hachiman yang sekarang dimulai pada tahun 1602. Meskipun konstruksi hampir selesai pada tahun 1606, sejarah mencatat bahwa kebakaran hebat pada tahun 1617 menghanguskan bagian Honmaru (inti kastil) dan menara utama. Setelah itu, bangunan selain menara utama sempat dipulihkan pada tahun 1709, menunjukkan perubahan bentuk seiring perkembangan zaman. Pada era Meiji, lokasi ini sempat berfungsi sebagai pusat pemerintahan Prefektur Saeki sebelum banyak bangunan yang dipindahkan atau dibongkar. Saat ini, situs ini menjadi tempat penting untuk mempelajari budaya masa lalu melalui sisa-sisa bangunan yang dipindahkan.

Salah satu daya tarik utama Kastil Saeki adalah struktur dinding batu (ishigaki) yang membentang di puncak gunung. Dengan struktur 'renkakushiki' yang memanjang dari utara ke selatan, pengunjung dapat memahami sistem pertahanan kuno. Selain itu, di Museum Sejarah Kota Saeki yang terletak di kaki gunung, Anda dapat melihat secara langsung sisa-sisa arsitektur seperti 'San-no-maru Yaguramon' dari akhir era Edo dan struktur 'Mori-ke Goryosho' dari era Meiji. Beberapa bagian dari bangunan San-no-maru Goten juga telah dipindahkan ke dekat Kuil Sumiyoshi di daerah Funato, dan masih digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat setempat. Hal ini memberikan gambaran nyata tentang gaya hidup dan desain arsitektur pada masa lampau.
Karena Kastil Saeki adalah situs terbuka, Anda dapat menjelajah kapan saja tanpa tergantung musim. Namun, waktu yang paling direkomendasikan adalah saat musim semi dengan bunga sakura yang bermekaran atau musim gugur dengan warna-warni dedaunan yang indah, di mana pemandangan alam dan situs sejarah menyatu secara harmonis. Waktu siang hari sangat ideal untuk mengamati detail dinding batu dan melihat pameran di museum sejarah. Jika Anda ingin menikmati udara yang lebih sejuk dan nyaman, berkunjunglah pada musim semi atau musim gugur.

Di sini, Anda dapat secara visual mempelajari struktur arsitektur kastil Jepang. Sambil berjalan di antara dinding batu di puncak gunung, Anda dapat membayangkan peran kastil sebagai benteng pertahanan. Anda juga dapat mempelajari perbedaan gaya arsitektur dari era Edo hingga Meiji melalui bangunan yang dipindahkan. Untuk pengalaman yang lebih mendalam, Anda dapat menggabungkan kunjungan ini dengan rute wisata ke fasilitas sekitar seperti 'Kunnida Koppokan' di Kota Saeki untuk memahami sejarah lokal secara menyeluruh.
Di sekitar Kastil Saeki, terdapat berbagai titik menarik yang memiliki konteks sejarah yang kuat. Di kaki gunung, terdapat Museum Sejarah Kota Saeki yang menjadi pusat pembelajaran sejarah kastil. Selain itu, dekat dengan lokasi ini terdapat 'Kunnida Koppokan' yang berkaitan dengan sastrawan terkenal Kunnida Doppo. Area sekitar Kuil Sumiyoshi, tempat bangunan bersejarah dipindahkan, juga sangat cocok untuk dinikmati dengan berjalan santai.