
Panduan
Saikusa Matsuri (juga dikenal sebagai Yuri Matsuri) adalah ritual tradisional yang diadakan setiap bulan Juni di Kuil Isagawa. Festival ini merupakan ritual bersejarah yang bertujuan untuk menenangkan wabah, mempertahankan bentuk upacara kenegaraan yang berasal dari era Kaisar Monmu di zaman Asuka. Inti dari festival ini adalah persembahan makanan suci (shinsen) yang dihiasi bunga lili (lily) serta persembahan tari Kagura yang disebut 'Uma Sake Miwa no Mai'. Anda dapat merasakan akar spiritualitas Jepang melalui doa kepada alam dan ritual tradisional yang sakral.
Sejarah Kuil Isagawa sangat kuno, dengan legenda menyebutkan bahwa kuil ini dibangun pada tahun 593 oleh Dai Sanwa no Kimi Shirotsutsumi. Sebagai salah satu kuil tertua di Nara, kuil ini pernah menerima persembahan barang suci dan kuda dari istana pada zaman Heian. Nama Saikusa Matsuri berasal dari nama kuno bunga lili, yaitu 'Sai'. Dalam catatan sejarah, festival ini memiliki peran penting dalam ritual kenegaraan. Meskipun sempat terhenti, festival ini berhasil dipulihkan pada tahun 1881, membawa beban sejarah yang sangat dalam.
Bagian paling menarik dari festival ini adalah persembahan unik di hadapan dewa dan tarian 'Uma Sake Miwa no Mai'. Anda akan melihat wadah 'Son' yang berisi sake putih dan wadah 'Hotogi' yang berisi sake keruh, yang semuanya dihiasi dengan bunga lili merah muda pucat. Pemandangan ini sangat khas dan hanya bisa ditemukan saat festival ini. Selain itu, tarian Kagura yang dibawakan oleh empat Miko (gadis kuil) yang memegang bunga lili menciptakan suasana yang sangat khidmat. Menjelang siang hari, prosesi yang melibatkan Nanatome, Yuri-hime, dan Chigo akan berjalan melewati jalanan kota Nara, yang merupakan elemen penting dari festival ini.
Saikusa Matsuri biasanya diadakan sekitar tanggal 17 Juni setiap tahunnya. Untuk tahun 2026, festival dijadwalkan berlangsung dari tanggal 16 hingga 18 Juni. Alur festival berbeda setiap harinya: dimulai dengan Yoimiya Matsuri pada tanggal 16, Honmatsuri (Saikusa Matsuri) dan prosesi pada tanggal 17, serta Goen Matsuri pada tanggal 18. Waktu paling krusial untuk menyaksikan puncak acara adalah sekitar pukul 10:30 pagi pada tanggal 17 Juni. Bulan Juni adalah waktu terbaik karena bunga lili sedang bermekaran.
Dalam festival ini, Anda tidak hanya sekadar menonton, tetapi dapat merasakan prosesi ritual tradisional Jepang dari dekat. Ritual suci oleh pendeta dan tarian Kagura oleh Miko adalah pengalaman penting untuk memahami spiritualitas Jepang. Saat prosesi berlangsung, Anda dapat menyaksikan iring-iringan yang melewati jalanan di sekitar kuil, merasakan bagaimana ritual bersejarah ini menyatu dengan kehidupan modern di kota Nara.
Kuil Isagawa terletak di pusat kota Nara dan dikelilingi oleh banyak tempat bersejarah. Area ini memiliki hubungan erat dengan Omiwa Jinja, menjadikannya rute yang menarik untuk menelusuri jejak sejarah. Lokasinya juga sangat strategis karena dapat dijangin dengan mudah dari Taman Nara, Kuil Todai-ji, dan Kuil Kasuga Taisha, serta cukup dekat dengan Stasiun JR Nara.
Saat menghadiri festival di kuil, harap perhatikan hal berikut: