
Panduan
'Nagatoburi' yang diselenggarakan di Kuil Ozu adalah warisan budaya yang sangat berharga dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Jepang. Acara ini bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan sebuah peristiwa yang penuh warna dan energi, yang menghubungkan sejarah serta kepercayaan masyarakat setempat secara mendalam. Barisan pawai yang membawa pedang kayu (nagata) sambil meneriakkan seruan yang meriah menciptakan pemandangan yang sangat indah dan memukau bagi siapa pun yang melihatnya.
Asal-usul ritual ini berkaitan erat dengan peristiwa kuno. Konon, ketika banjir dari Danau Biwa menghanyutkan bangunan kuil di masa lalu, masyarakat menyambut kembali roh suci dari tengah danau dengan ekspresi kegembiraan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk 'tarian' yang kita lihat saat ini. Karena latar belakang sejarah inilah, Nagatoburi bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah ritual suci yang mengandung rasa hormat terhadap alam dan rasa syukur kepada dewa.
Puncak dari acara ini adalah 'Nagatoburi' itu sendiri, yang menjadi asal nama festival ini. Anda akan menyaksikan 'Tarian Dengaku' yang memadukan gerakan mengayunkan pedang kayu dengan irama musik yang riuh dari instrumen seperti sasara, shō, drum, dan taiko. Anak-anak hingga pemuda akan membentuk barisan yang megah sambil mengayunkan pedang kayu dan sasara. Kehadiran anak-anak yang mengenakan topi bunga (hanagasa), serta tiga tandu mikoshi besar dan dua tandu mikoshi anak-anak, yang bergerak bolak-balik sejauh sekitar 1 km, menciptakan pemandangan indah layaknya gulungan lukisan sejarah yang menjadi nyata. Area di sepanjang rute akan dipenuhi oleh banyak penonton dan fotografer yang antusias.
Acara istimewa ini hanya diadakan setahun sekali pada tanggal 5 Mei. Festival ini berlangsung di tengah musim semi yang cerah dengan pemandangan tanaman hijau yang segar dan indah. Karena pawai bergerak melalui rute sepanjang 1 km, Anda dapat menikmati suara seruan meriah dan musik dari mana saja di sepanjang jalur tersebut. Kami menyarankan Anda untuk berkumpul di pinggir jalan sesuai dengan waktu kedatangan barisan agar dapat menikmati momen terbaik.
Pengalaman utama bagi pengunjung adalah menyaksikan 'Pawai Tradisional' secara langsung. Anda dapat melihat orang-orang yang mengenakan kostum berwarna-warni menari mengikuti ritme tradisional menggunakan alat musik dan properti kayu. Melihat anak-anak yang berjalan bersama mikoshi serta para pemuda yang mengayunkan pedang kayu dengan penuh tenaga akan memberikan Anda energi langsung dari festival tradisional Jepang.
Sekitar Kuil Ozu di Kota Moriyama, Prefektur Shiga, merupakan area yang menawarkan pemandangan indah Danau Biwa. Selama festival, suasana kota akan dipenuhi oleh semangat perayaan karena pawai bergerak bolak-balik menuju Kuil Ozu Wakamiya di Kanoi. Banyak tempat di sekitar sini yang menawarkan nuansa sejarah dan alam yang kaya, memungkinkan Anda menikmati budaya dan alam Shiga secara bersamaan.
Karena festival ini dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalanan terbuka, kami menyarankan Anda mengenakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Mengingat banyaknya pengunjung, harap perhatikan agar tidak menghalangi lalu lintas atau orang lain.