
Panduan
Terletak di lereng Gunung Orihime di Kota Ashikaga, Prefektur Tochigi, Kuil Hikari (Orihime Jinja) adalah tempat yang sangat ikonik dengan bangunan utama berwarna merah menyala. Sejak zaman dahulu, kuil ini dipuja sebagai pelindung industri tekstil (tenun) di wilayah ini. Saat ini, kuil ini sangat populer sebagai 'tempat suci untuk jodoh' dan destinasi bagi pasangan. Dari area kuil, Anda dapat menikmati pemandangan luas Dataran Kanto yang menakjubkan, yang telah diakui sebagai bagian dari 'Warisan Pemandangan Malam Jepang'. Keindahan alam yang berganti setiap musim serta acara pencahayaan (light-up) di malam hari membuat pengalaman berkunjung menjadi sangat istimewa baik siang maupun malam.
Wilayah ini memiliki sejarah panjang dalam industri tenun, dan Kuil Hikari telah menjadi pusat spiritual bagi masyarakat setempat. Sejarahnya sangat tua, dengan legenda yang menyebutkan pemindahan dewa tenun pada tahun 1705. Selain itu, terdapat catatan mengenai perpindahan kuil dari Kuil Yakumo pada tahun 1879. Arsitektur kuil ini juga merupakan bagian dari warisan budaya yang berharga dan dijaga dengan baik sebagai bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi perkembangan industri dan budaya lokal.

Hal yang paling menarik adalah kontras antara warna merah cerah bangunan kuil dengan deretan gerbang Torii warna-warni di sepanjang jalan setapak. Jalur yang disebut 'Enmusubi-zaka' (Lereng Jodoh) sangat populer bagi fotografer. Setelah menaiki 229 anak tangga batu, Anda akan disambut oleh kemegahan bangunan utama. Selain itu, terdapat fasilitas seperti 'Lonceng Cinta' (Ai no Kane) dan 'Alun-alun Enmusubi' untuk pengalaman spiritual bertema jodoh. Pemandangan kota Ashikaga dan Dataran Kanto saat matahari terbenam atau di malam hari akan membuat pengunjung terpana.
Kuil ini menawarkan wajah yang berbeda di setiap musim. Pada musim semi, bunga sakura akan menghiasi bangunan merah, sementara musim gugur membawa warna-warni dedaunan musim gugur. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat senja, ketika perubahan warna langit menyatu dengan panorama Dataran Kanto. Jangan lewatkan juga momen malam hari saat lampu-lampu dinyalakan untuk melihat pemandangan malam yang magis.

Pengunjung dapat melakukan doa untuk jodoh atau kemakmuran industri. Selama festival Tanabata, Anda bisa merasakan budaya tradisional Jepang dengan menulis harapan pada kertas warna-warni. Anda juga dapat membeli jimat (omamori) atau stempel kuil (goshuin) sebagai kenang-kenangan. Kuil ini juga menjadi tempat yang sakral untuk upacara pernikahan tradisional Jepang.
Di sekitar kuil, terdapat beberapa tempat bersejarah seperti Sekolah Ashikaga (sekolah tertua di Jepang), Kuil Banna-ji, dan Ashikaga Flower Park yang menawarkan keindahan bunga musiman. Menggabungkan kunjungan ke tempat-tempat ini akan memperdalam pemahaman Anda tentang budaya Ashikaga.

Kuil ini terbuka untuk umum, namun karena terdapat 229 anak tangga batu, sangat disarankan untuk memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan. Untuk layanan doa khusus atau upacara, sebaiknya lakukan reservasi terlebih sebelumnya. Harap berhati-hati dengan keberadaan hewan liar (babi hutan) di sekitar area dan tetaplah berada di jalur yang aman saat menikmati pemandangan. Karena banyak transaksi lokal menggunakan uang tunai, siapkan uang tunai secukupnya.