
Panduan
Bekas Sansei Bank adalah bangunan berharga yang menceritakan sejarah Kota Saga. Bangunan ini bukan sekadar struktur tua, melainkan saksi bisu perubahan zaman yang tetap mempertahankan gaya arsitektur awal era Meiji. Dengan mengadopsi bentuk rumah tradisional 'Machiya' namun tetap memiliki desain ruang yang sesuai untuk fungsi bank, Anda dapat melihat perpaduan antara teknik konstruksi tingkat tinggi dan kreativitas desain pada masa itu.
Bangunan ini dibangun pada tahun 1882 (Meiji 15) oleh mantan samurai dari klan Saga sebagai Sansei-sha, sebuah perusahaan yang pemegang sahamnya adalah para pedagang beras. Pada tahun 1885 (Meiji 18), nama institusi ini diubah menjadi 'Sansei Bank'. Meskipun mengalami kesulitan manajemen dan berhenti beroperasi pada tahun 1893 (Meiji 26), bangunan ini tetap memiliki fungsi yang beragam. Setelah tidak lagi menjadi bank, bangunan ini dimiliki oleh individu dan digunakan sebagai klinik medis hingga tahun 1976, serta pernah berfungsi sebagai rumah tinggal. Pada tahun 1998, bangunan ini diserahkan kepada Kota Saga dan secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Kota Saga pada Mei 1999. Sejarah panjang ini menunjukkan bagaimana bangunan ini tetap terjaga meskipun fungsinya berubah dari bank, klinik, hingga hunian.

Pada bagian eksterior, Anda dapat melihat atap 'Gable' dengan bentuk 'Mukuri' yang khas, serta dinding plester dan pintu tembaga yang dirancang untuk ketahanan terhadap api. Saat memasuki bagian dalam, terdapat ruang terbuka dengan langit-langit tinggi (void) di tengah bangunan yang menunjukkan kecerdasan desain ruang pada masa itu. Di lantai dua, terdapat dekorasi plesteran untuk lampu gantung (chandelier) yang masih asli, memberikan gambasi kemegahan masa lalu. Selain itu, keberadaan tangga tersembunasi yang miring serta perpaduan antara fungsi bank dan estetika Machiya menjadikannya salah satu daya tarik yang sangat unik.
Pada waktu terang di siang hari, Anda dapat mengamati detail dinding plesteran dan detail arsitektur tradisional dengan sangat jelas berkat cahaya alami yang masuk melalui jendela. Karena suasana di dalam bangunan cenderung tenang, tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin mengapresiasi detail sejarah dengan penuh ketenangan. Kunjungan dapat dinikmati kapan saja tanpa memandang musim.
Di dalam bangunan, Anda dapat merasakan transisi fungsi bangunan dari era Meiji hingga era Showa secara langsung. Menarik untuk mengamati bagaimana fungsi praktis sebuah bank dapat berdampingan secara harmonis dengan keindahan estetika rumah tradisional. Mengamati kejeniusan desain ini adalah inti dari pengalaman berkunjung ke sini. Anda dapat memahami lanskap sejarah Saga secara lebih mendalam dalam lingkungan yang sunyi.
Di kawasan Museum Sejarah dan Folklor Kota Saga, terdapat juga bangunan bersejarah lainnya seperti Bekas Koga Bank, Bekas Keluarga Ushijima, dan Bekas Keluarga Fukuda. Dengan mengunjungi bangunan-bangunan ini secara berurutan, Anda dapat mempelajari budaya arsitektur dan sejarah kota Saga secara lebih luas dan mendalam.
Demi menjaga kelestarian bangunan bersejarah, pengunjung diharapkan untuk menjaga ketenangan selama berada di dalam gedung. Mohon untuk selalu menghormati aturan dan menjaga objek sejarah agar tetap terjaga dengan baik.