
Panduan
Museum Kenangan Perdamaian Prefektur Okinawa terletak di dalam Taman Peringatan Perdamaian di kota Itoman, Prefektur Okinawa. Fasilitas ini didirikan untuk menghormati para korban Perang Okinawa, menyampaikan pelajaran sejarah yang benar kepada generasi mendatang, serta menyampaikan pesan perdamaian kepada seluruh dunia. Filosofi pamerannya adalah "Perang Okinawa dari Perspektif Penduduk", yang tidak hanya berfokus pada catatan militer, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari dan pengalaman nyata penduduk saat itu. Desain bangunannya pun unik, dengan tata letak melingkar yang berpusat pada Api Perdamaian, serta desain rendah yang mengingatkan pada pemukiman tradisional Okinawa.
Sejarah museum ini berakar dari pembentukan komite pembentukan museum pada tahun 1963. Meskipun museum pendahulu telah dibuka pada tahun 1975, diskusi mengenai konten pameran terus berkembang. Pada tahun 1990-an, proyek renovasi dan pemindahan dilakukan untuk menyampaikan pesan perdamaian secara lebih konkret, dan bangunan saat ini dibuka untuk umum pada April 2000. Latar belakang pendiriannya didorong oleh tekad kuat masyarakat lokal untuk memastikan sejarah Perang Okinawa tetap terjaga. Struktur pamerannya dirancang untuk merekam realitas masa lalu melalui pengumpulan kesaksian penduduk secara multidimensi berdasarkan fakta sejarah.
Bagian utama museum adalah ruang pameran permanen di lantai 2. Di sini, pengunjung dapat mengikuti alur cerita melalui lima tema utama: "Jalan Menuju Perang Okinawa", "Badai Besi", "Medan Perang Neraka", dan "Kesaksian Perang Okinawa". Koleksinya mencakup dokumen asli, panel foto, serta teks kesaksian dari 145 penyintas perang, serta video kesaksian dari sekitar 500 orang. Ini adalah sumber daya penting untuk memahami pengalaman nyata penduduk di medan perang. Selain itu, di lantai 1 terdapat "Ruang Pameran Anak & Proses", yang menyediakan perpustakaan informasi perdamaian dan booth AV untuk membantu generasi muda memahami konsep perdamaian.
Museum ini buka sepanjang tahun. Untuk pengalaman yang lebih tenang dan mendalam, disarankan untuk berkunjung pada pagi hari. Sangat umum bagi wisatawan untuk menggabungkan kunjungan ini dengan fasilitas lain di Taman Peringatan Perdamaian (seperti Cornerstone of Peace). Karena sebagian besar pameran berada di dalam ruangan, Anda dapat belajar sejarah tanpa terganggu oleh cuaca atau teriknya matahari Okinawa. Namun, harap dicatat bahwa pendaftaran masuk terakhir adalah 30 menit sebelum waktu tutup, jadi disarankan untuk datang lebih awal.
Di dalam museum, Anda dapat belajar melalui pengalaman audio-visual. Di booth AV, Anda dapat menyaksikan video tentang kesaksian penyintas perang dan perdamaian, yang memberikan perspektif lebih luas dibandingkan hanya membaca teks atau melihat foto. Selain itu, Hall Peringatan Perdamaian terkadang mengadakan acara seperti ceramah atau pemutaran film sebagai wadah pembelajaran berbasis keahlian khusus. Di sekitar museum, terdapat fasilitas terkait seperti Cornerstone of Peace, yang memungkinkan Anda menelusuri sejarah secara ut melalui seluruh area taman.
Di dalam kawasan Taman Peringatan Perdamaian, terdapat beberapa fasilitas penting lainnya. Yang paling terkenal adalah "Cornerstone of Peace" (Ishiji), di mana nama-nama korban Perang Okinawa terukir, serta Makam Nasional Korban Perang Okinawa. Fasilitas-fasilitas ini berfungsi melengkapi konten museum, di mana Anda dapat memverifikasi latar belakang sejarah yang dipelajari di museum melalui monumen dan makam nyata. Kawasan ini adalah taman yang tertata rapi, cocok untuk merenung dengan tenang.
Saat mengunjungi tempat bersejarah ini, diharapkan untuk menjaga perilaku yang sopan. Tidak ada aturan pakaian khusus, namun disarankan menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Biaya masuk adalah 300 JPY untuk dewasa dan 150 JPY untuk anak-anak. Mengenai pembayaran kartu kredit atau kartu IC transportasi, harap pastikan kembali di lokasi, namun membawa uang tunai sangat disarankan. Mohon perhatikan aturan pengambilan foto dan menjaga ketenangan demi menjaga lingkungan yang khidmat dan melindungi koleksi yang ada.