Lewati ke konten
Festival Api Api no Hi (Notojima Mukoda Fire Festival)

Panduan

Festival Api Api no Hi (Notojima Mukoda Fire Festival)

10 mnt baca

Ringkasan & Daya Tarik

Festival Api Notojima Mukoda adalah festival tradisional yang diadakan di Kuil Iyamihe, Notojima, Kota Nanao, Prefektur Ishikawa. Dikenal sebagai salah satu dari tiga festival api terbesar di Jepang, festival ini juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Rakyat Tak Berwujud Prefektur Ishikawa. Fitur paling ikonik dari festival ini adalah 'Hashiramatatsu' atau tiang obor raksasa setinggi sekitar 30 meter. Pada puncak acara, penduduk setempat dan pengunjung akan melemparkan obor jerami ke arah tiang tersebut secara serentak. Pemandangan api raksasa yang menerangi langit malam dan runtuhnya api setelahnya adalah pertunjukan visual yang sangat spektakuler.

Sejarah & Latar Belakang Budaya

Festival ini sangat erat kaitannya dengan budaya Kiriko (lentera pembawa pesan) yang telah diwariskan turun-temurun di wilayah Noto. Sebagai ritual untuk Kuil Iyamihe, tradisi ini telah dijaga selama berabad-abad. Pada tahun 1987, festival ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Rakyat Tak Berwujud Ishikawa, dan pada tahun 2015, menjadi bagian dari 'Warisan Jepang' (Japan Heritage). Kepercayaan masyarakat untuk memohon hasil panen dan tangkapan ikan yang melimpah di tengah lingkungan alam Noto yang keras tercermin dalam ritual api yang dinamis ini. Ada kepercayaan unik di mana arah jatuhnya tiang obor menentukan nasib: jika miring ke arah laut, berarti hasil laut melimpah, dan jika ke arah gunung, berarti hasil panen melimpah.

Sorotan Utama

Highlight utama festival adalah ritual pelemparan api ke tiang obor yang dimulai sekitar pukul 20:00. Pertama, tandu suci (Mikoshi) yang membawa lampu suci beserta 7 buah lentera (Kiriko) besar akan berangkat dari Kuil Iyamihe. Setelah tiba di lapangan Sakiyama, tiang obor setinggi 30 meter akan terlihat megah. Api akan berpindah dari lampu suci pada tandu ke obor jerami yang dibawa oleh warga dan pengunjung. Saat aba-aba tiup seruling berbunyi, api dilemparkan secara serentak, menciptakan lautan api raksasa di langit malam. Pengalaman menyaksikan api yang membubung dan runtuhnya tiang tersebut adalah momen yang tidak terlupakan.

Waktu & Musim Terbaik

Festival ini diadakan setiap tahun pada akhir pekan terakhir bulan Juli. Karena acara utama berlangsung di malam hari, sangat disarankan untuk datang pada sore hingga malam hari. Karena puncak acara terjadi sekitar pukul 20:00, Anda dapat menikmati prosesi tandu dan parade Kiriko sebelum ritual utama dimulai. Mengingat suhu udara di malam hari musim panas, siapkan pakaian yang nyaman untuk aktivitas luar ruangan di malam hari.

Pengalaman & Aktivitas

Festival ini bukan sekadar tontonan, tetapi melibatkan partisipasi emosional pengunjung. Saat api berpindah ke obor jerami di tengah prosesi, Anda akan merasakan semangat kebersamaan dengan warga lokal. Kehadiran lentera Kiriko yang menerangi kegelapan malam adalah simbol budaya Noto yang sangat kuat. Ketegangan dan sorak-sorai saat api dilemparkan ke tiang obor memberikan nilai pengalaman yang tidak bisa sepenuhnya disampaikan melalui foto atau video.

Area Sekitar

Di sekitar Notojima, terdapat fasilitas untuk mempelajari budaya ini lebih dalam. Misalnya, di area Onsen Wakura, Kota Nanao, terdapat 'Wakura Onsen Omatsuri Kaikan' yang memamerkan berbagai peraga festival khas Nanao, termasuk struktur dan sejarah festival seperti Notojima Mukoda Fire Festival. Notojima sendiri adalah area yang kaya akan alam, sehingga Anda bisa menikmati pemandangan alam yang indah sebelum atau sesudah festival.

Perlengkapan, Pakaian & Etika

Karena kegiatan dilakukan di luar ruangan pada malam hari, harap perhatikan hal berikut:

  • Pembayaran: Sangat disarankan membawa uang tunai (cash) karena pedagang makanan di sekitar biasanya hanya menerima tunai.
  • Bahasa: Dukungan bahasa Inggris sangat terbatas di lokasi festival.
  • Reservasi: Tidak perlu reservasi untuk menonton, namun akomodasi di sekitar sangat cepat penuh, jadi sebaiklah memesan jauh-jauh hari.
  • Pakaian: Gunakan pakaian yang sesuai untuk aktivitas luar ruangan di malam hari dan siapkan diri terhadap panas atau asap dari api.
  • Fotografi: Harap berhati-hati agar tidak mengganggu jalannya prosesi saat mengambil foto atau menggunakan tripod.
  • Aksesibilitas: Area sekitar lapangan mungkin memiliki permukaan yang tidak rata atau tangga, harap berhati-hati saat berjalan.
  • Etika: Karena ini adalah ritual suci, harap menjaga jarak dan tidak menghalangi jalannya tandu atau prosesi Kiriko.