
Panduan
Nisumai-nai Bon Odori adalah tarian tradisional yang diwariskan di distrik Nisumai-nai, Kota Tsuroka, Prefektur Yamagata. Karena keindahan dan nilai sejarahnya, festival ini telah mendapatkan pengakuan tinggi baik di Jepang maupun di dunia internasional, serta terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Ciri khas utamanya adalah riasan wajah yang unik pada para penari dan pemandangan magis yang muncul di tengah kegelapan malam. Alunan musik shamisen yang bergema dalam keheningan serta ritme tarian yang penuh emosi akan membawa pengunjung ke dunia yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.
Ada berbagai teori mengenai asal-usul Nisumai-nai Bon Odori. Salah satunya adalah tradisi di mana para biksu melakukan tarian ini sebagai perayaan panen raya pada era Shoo (1288–1293). Teori lainnya menyebutkan bahwa setelah runtuhnya penguasa kastil Nisumai-nai pada akhir zaman Sengoku, para pengikut dan penduduk setempat menari untuk menghibur arwah orang yang telah tiada. Sejak era Edo hingga era Meiji, kesenian ini tercatat sebagai seni pertunjukan penting di daerah tersebut dan telah membangun bentuknya yang unik selama berabad-abad. Pada zaman Meiji, penyair terkenal Kado Hekigoto juga menuliskan keindahan visual dari tarian ini dalam karya-karyanya.
Hal yang paling menarik perhatian adalah kostum dan riasan para penari. Khususnya dalam gaya yang disebut 'Mojo Odori', para penari dengan riasan wajah yang khas menari dalam suasana yang sangat tenang dan khidmat. Selain itu, suara shamisen dan irama unik yang disebut 'Chakkirako' semakin menghidupkan suasana festival. Di tengah kegelapan malam, sosok para penari yang diterangi cahaya lampion menciptakan pemandangan yang begitu indah hingga membuat pengunjung merasa seolah-olah sedang berada di dunia lain.
Nisumai-nai Bon Odori biasanya diadakan pada pertengahan Agustus (seperti tanggal 16 atau 18 Agustus). Karena diadakan pada malam hari di musim panas, waktu terbaik untuk berkunjung adalah dari senja hingga malam hari saat panas siang hari mulai mereda. Seiring dengan semakin gelapnya malam, cahaya lampion dan riasan wajah para penari akan terlihat semakin jelas, membawa semangat festival ke puncaknya. Anda dapat menikmati pemandangan musim panas tradisional Jepang sambil merasakan angin malam yang sejuk.
Dari area menonton, Anda dapat merasakan langsung gerakan, ekspresi para penari, serta permainan musik shamisen secara dekat. Menyerahkan diri pada ritme tradisional daerah ini dan berbagi semangat festival bersama orang-orang di sekitar akan menjadi pengalaman yang sangat istimewa. Perhatikan detail gerakan tangan dan kaki serta perubahan ekspresi para penari untuk merasakan kedalaman budaya mereka secara lebih mendalam.
Di sekitar distrik Nisumai-nai, terdapat bangunan bersejarah dan pemandangan alam yang indah. Anda juga dapat menikmati budaya kuliner Yamagata yang kaya serta acara tradisional lainnya di Kota Tsuroka. Menggabungkan perjalanan ini dengan kunjungan ke kuil-kuil di sekitar akan memberikan rute wisata Tohoku yang lebih lengkap dan memuaskan.
Karena ini adalah acara luar ruangan di malam hari, disarankan mengenakan pakaian yang nyaman dan sejuk. Karena suhu udara bisa berubah di malam hari, membawa jaket tipis akan sangat membantu. Sebagai bentuk penghormatan kepada penonton lain, harap menjaga etika saat mengambil foto agar tidak menghalangi pandangan orang di sekitar. Gunakan sepatu yang nyaman karena medan di lokasi mungkin berupa jalan tanah atau memiliki perbedaan ketinggian. Karena pembayaran di kedai-kedai sekitar sering kali memerlukan uang tunai, pastikan Anda menyiapkan uang tunai (cash) yang cukup.