Twenty Four Eyes Movie Village adalah fasilitas unik di Pulau Shodoshima, Prefektur Kagawa, yang dibangun menggunakan set film asli dari film 'Twenty Four Eyes'. Tempat ini merekonstruksi suasana jalanan dari era Taisho hingga awal era Showa. Begitu melangkah masuk, Anda akan disambut oleh atmosfer masa lalu yang kental dengan iringan musik nostalgia. Tempat ini menawarkan berbagai spot fotogenik, mulai dari kafe buku, museum sastra, hingga bioskop, menjadikannya pusat budaya yang memperkenalkan sejarah film dan kehidupan Jepang tempo dulu secara multidimensi.
Latar Belakang Sejarah & Budaya
Fasilitas ini didasarkan pada set lokasi yang digunakan untuk film 'Twenty Four Eyes' yang dirilis tahun 1987. Novel aslinya karya Sakae Tsuboi telah diadaptasi menjadi film pada tahun 1954 dan 1987, dengan latar cerita di Pulau Shodoshima. Di dalam desa film ini, terdapat 14 bangunan yang mencakup sekolah di tepi pantai (Misaki no Bunkyojo), rumah penduduk era Taisho/Showa, rumah nelayan, kedai teh, dan toko suvenir, yang semuanya menggambarkan gaya hidup masyarakat pada masa itu. Selain itu, terdapat juga Museum Sastra Sakae Tsuboi untuk menghormati sang penulis, serta fasilitas yang memperkenalkan sejarah perfilman Jepang, menciptakan ruang budaya yang memadukan sastra dan film.
Destinasi Utama
Nikmati berbagai spot menarik untuk merasakan dunia film secara langsung:
*Sekolah Tepi Pantai (Misaki no Bunkyo)**: Set sekolah yang menjadi latar utama film. Anda dapat melihat meja, kursi, dan organ musik asli yang memberikan nuansa sejarah yang nyata.
*Museum Sastra Sakae Tsuboi**: Bangunan beratap tembaga ini menyimpan naskah asli novel 'Twenty Four Eyes' serta barang-barang pribadi penulis.
*Bioskop Galeri Shochiku-za**: Replika bioskop era Showa tahun 30-an yang menampilkan poster bintang film legendaris dan pemutaran film versi digital remaster.
*Kinema no Iori**: Tempat yang memamerkan dokumen masa keemasan film Jepang tahun 1950-an dan cuplikan film klasik.
*Cinema Art Wall**: Panel seni bertema karya film klasik yang memungkinkan Anda menikmati sejarah visual perfilman Jepang.
Rekomendasi Waktu & Musim
Suasana di desa film ini berubah sesuai musim dan waktu. Pemandangan dari pesisir pantai yang menghadap ke Laut Seto sangat jernih saat cuaca cerah. Anda juga dapat bersantai sejenak di kafe atau book cafe yang tersedia di dalam area untuk menikmati waktu yang tenang.
Aktivitas & Pengalaman
*Kuliner Kafe**: Di 'Café Cinema Club/Kinema no Iori', Anda bisa mencicipkan menu yang terinspirasi dari makanan sekolah zaman dulu dalam suasana yang sangat nostalgia.
*Apresiasi Seni**: Nikmati karya dari Setouchi Triennale, pameran foto, atau galeri figurin (resmi dari Kaiyodo).
*Membaca & Bersantai**: Di 'Shoshi Kaifu-do', Anda dapat menikmati buku-buku terkait aktris legendaris Hideko Takamine dalam lingkungan yang tenang.
Informasi Tambahan
*Pakaian**: Karena terdapat jalanan menanjak dan permukaan yang tidak rata, sangat disarankan memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki.
*Aksesibilitas**: Fasilitas ramah disabilitas tersedia, termasuk jalur kursi roda dan toilet yang memadai. Jika menggunakan perahu penyeberangan dari Olive Navi, waktu tempuh sekitar 10 menit (tersedia dari akhir Maret hingga akhir November).