
Panduan
Nijugo Bosatsu Renku (nama resmi: Honen Shonin Go Ryoshin Goon Nijugo Bosatsu Tendogekai Shikishiki Daihoyo) adalah upacara besar yang unik dalam sekte Jodo, dilaksanakan di Kuil Tanjoji, Minami-cho, Distrik Kume, Prefektur Okayama. Acara ini dikenal sebagai salah satu dari Tiga Ritual Renku Terbesar di Jepang dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Prefektur Okayama. Memiliki sejarah panjang sejak era Muromachi, ritual ini bertujuan untuk menghormati orang tua dari Pendeta Honen.
Ciri khas utama dari ritual ini adalah penggunaan konsep simbolis di mana aula utama (Hondo) dianggap sebagai 'Tanah Suci Sukhavati' (Gokuraku Jodo), sementara area di depan gerbang (Sanmon) yang menaungi enam Jizo dianggap sebagai 'Dunia Fana' (Saba). Melalui upacara yang khidmat, terlihat proses kedatangan dua puluh lima Bodhisattva yang membimbing orang tua sang pendeta menuju Tanah Suci.
Akar dari upacara ini sangat tua, merujuk kembali ke era Muromachi. Ritual ini dilakukan secara bergantian melalui sistem 'Rinban' untuk menghormati ayah (Tokikoku-ko) dan ibu (Hata-shi-kun) dari Pendeta Honen, pendiri sekte Jodo. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dengan sangat akurat hingga saat ini.
Selain sebagai ritual keagamaan, acara ini memiliki nilai warisan budaya lokal yang sangat kuat di Prefektur Okayama. Sebagai peristiwa budaya yang meneruskan semangat Pendeta Honen, tempat ini menarik banyak umat dan peziarah.
Sorotan utama ritual adalah prosesi kedatangan dua puluh lima Bodhisattva. Di bawah bimbingan wakil instruktur, proses transisi dari dunia fana ke Tanah Suci digambarkan melalui gerakan ritual yang sistematis. Alur dimulai dari upacara Kaibaku di aula utama, diikuti oleh upacara Nichu, dan diakhiri dengan 'Ni-gishiki' (ritual di halaman) pada sore hari.
Elemen unik lainnya termasuk 'Hyakumanben Dai Nenju Kuri' (pengulangan doa) dan ceramah di depan Mikado-do (aula utama), yang memberikan pengalaman visual dan auditori yang mendalam tentang ajaran Buddha.
Ritual ini biasanya diadakan pada hari Minggu ketiga di bulan April. Karena diadakan saat musim semi, Anda dapat merasakan suasana alam yang segar. Jadwal dimulai dengan upacara di dalam aula pada pukul 10:00 pagi, yang kemudian berlanjut secara bertahap hingga ritual di halaman pada sore hari.
Pengunjung dapat memahami keseluruhan struktur ritual dengan mengamati transisi dari suasana tenang di dalam aula pada pagi hari menuju ritual yang lebih dinamis di luar ruangan pada sore hari.
Meskipun aktivitas partisipasi langsung bagi turis umum terbatas, mengamati seluruh rangkaian upacara adalah sebuah pengalaman budaya yang mendalam. Anda dapat menyaksikan secara langsung bagaimana simbolisme transisi dari dunia fana menuju surga dipraktikkan di lingkungan kuil yang nyata.
Tanjoji terletak di lingkungan yang asri dan kaya akan alam di Distrik Kume, Okayama. Karena banyak peziarah dari seluruh negeri datang saat acara ini, disarankan untuk memesan akomodasi dan transportasi di sekitar area jauh-jauh hari.
Saat mengunjungi upacara ini, harap perhatikan hal berikut: