
Panduan
Nanshoso adalah sebuah kediaman bergaya arsitektur Jepang modern yang terletak di Kota Morioka, Prefektur Iwate. Bangunan ini terdiri dari rangkaian ruangan dengan lantai tatami, ruangan kayu, dan beranda (engawa) yang menghadap langsung ke taman, memberikan nuansa kediaman mewah di masa lalu. Keunikan utamanya terletak pada taman bergaya stroll garden (ikei-kaiyu-shiki) di mana permukaan air, lumut, dan pepohonan menampilkan wajah yang berbeda di setiap musim. Ruang yang menyatu antara bangunan dan taman ini menjadi tempat bagi pengunjung untuk merasakan estetika tradisional Jepang dalam ketenangan.
Nanshoso diyakini dibangun sekitar tahun 1885 oleh Anjiro Segawa, seorang pengusaha asal Morioka. Melalui berbagai renovasi dan penambahan oleh pemilik sebelumnya, bangunan ini bertransformasi menjadi bentuk arsitektur Jepang modern yang kita lihat sekarang. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai bangunan penting dalam lanskap kota Morioka, dengan struktur dua lantai beratap genteng yang khas. Selain itu, tempat ini juga erat kait dengan budaya lokal, seperti tradisi melihat bunga Fukujuso yang telah dibudidayakan sejak zaman Edo, serta perayaan 'Hina Matsuri' yang menampilkan berbagai jenis boneka hias tradisional.

Salah satu daya tarik terbesar adalah pemandangan taman yang dilihat dari dalam bangunan. Di ruang kayu yang disebut 'Nansho-no-ma', Anda dapat menyaksikan fenomena 'Yuka-midori', di mana pemandangan taman terpantul dengan indah pada lantai kayu yang dipoles mengkilap. Duduk di beranda (engawa) juga memungkinkan Anda merasakan kedekatan antara bangunan dan alam. Taman ini memiliki kolam yang menawarkan perspektif berbeda tergantung dari sudut mana Anda melihatnya, baik dari ruang tamu maupun dari beranda. Selain itu, pameran keramik musiman dan pengamatan tanaman musiman seperti bunga Fukujuso atau dedaunan musim gugur menjadi momen yang sangat dinantikan.
Nanshoso menawarkan pesona yang berbeda di setiap musim. Pada musim semi, Anda dapat melihat bunga Fukujuso yang mekar dan mengikuti acara budaya seperti Hina Matsuri. Musim panas menawarkan kesegaran dedaunan hijau, sementara musim gugur adalah waktu yang paling populer. Antara awal hingga perteng tengah November, warna merah dari pohon maple (Iroha Momiji dan Yama Momiji) akan sangat memukau, terutama saat terpantul di lantai kayu. Pada musim dingin, Anda bisa menikmati suasana taman yang sunyi di bawah hamparan salju. Untuk menghindari keramaian dan menikmati suasana yang lebih tenang, disarankan untuk berkunjung pada pagi hari.

Di dalam area ini, Anda dapat menikmati budaya minum teh tradisional Jepang. Tersedia menu matcha atau kopi yang disajikan dengan kue musiman (masing-masing 500 JPY termasuk pajak) untuk dinikmati sambil memandang taman. Pemesanan dilakukan di bagian resepsionis pintu masuk. Selain itu, pada waktu tertentu, sering diadakan pameran keramik oleh seniman lokal. Anda dapat menghabiskan waktu dengan berjalan santai di taman, membaca buku di dalam ruangan, atau sekadar mengamati tanaman musiman.
Terletak di pusat kota Morioka, Nansalo sangat mudah dikombinasikan dengan destinasi wisata sejarah lainnya. Tempat-tempat seperti Taman Bekas Kastil Morioka, Iwate Bank Red Brick Building, dan Morioka Takuboku Kenji Seishunkan dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau perjalanan singkat. Rute yang ideal adalah mengunjungi bangunan bersejarah di pusat kota pada pagi hari, lalu beristirahat di Nanshoso sambil menikmati pemandangan taman setelah makan siang.

Karena ini adalah bangunan bersejarah, harap perhatikan hal berikut: Bangunan ini memiliki banyak perbedaan ketinggian lantai dan ruangan bertata tatami, jadi harap berhati-hati agar tidak merusak struktur bangunan. Mohon menjaga ketenangan agar tidak mengganggu pengunjung lain. Untuk pembayaran di kafe, harap siapkan uang tunai karena hanya menerima pembayaran tunai. Selain itu, karena jam operasional berbeda antara musim panas dan musim dingin, disarankan untuk memeriksa jadwal sebelum berkunjung.