
Panduan
Ogimatsuri, yang juga dikenal sebagai "Nachi no Hi Matsuri" (Festival Api Nachi), adalah ritual tahunan di Kumano Nachi Taisha yang terletak di Nachi Katsuura, Distrik Higashimuro, Prefektur Wakayama. Festival ini merupakan ritual suci yang merayakan regenerasi energi kehidupan dan kemakmuran melalui harmoni antara elemen api dan air. Salah satu pemandangan paling ikonik adalah "Ogimikoshi" (mikoshi berbentuk kipas) yang unik dengan tinggi mencapai 10 meter, yang bergerak menuju arah air terjun Nachi. Karena nilai sejarah dan budayanya yang tinggi, Ogimatsuri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Penting oleh pemerintah Jepang.
Ritual ini berakar pada tradisi kuno untuk menyambut dewa. Secara historis, ritual ini melibatkan elemen Shugendo (praktik asketis gunung) yang telah ada jauh sebelum pemisahan agama Buddha dan Shinto. Berdasarkan catatan dari awal abad ke-17, peran inti dalam ritual ini dijalankan oleh para praktisi Shugendo. Di masa modern, pendeta tinggi dari Kumano Nachi Taisha memimpin ritual untuk membimbing roh suci melalui media api obor, yang kemudian mengundang kehadiran Ogimikoshi. Kipas (ogi) dalam ritual ini dipercaya memiliki kekuatan spiritual untuk mengusir kemalangan dan mengundang keberuntungan, serta memiliki karakter sebagai ritual pertanian untuk kesuburan.
Puncak dari festival ini adalah "Ogimikoshi Togyo-shiki" (prosesi mikoshi kipas) dan tarian api yang spektakuler. Saat 12 obor besar membentuk formasi lingkaran dan berputar di sekitar tangga batu, percikan api akan menyambar Ogimikoshi, menciptakan pemandangan yang disebut sebagai "Festival Api dan Air". Selain itu, struktur Ogimikoshi sangat berbeda dari mikoshi biasa karena bentuknya yang sangat panjang (10 meter) untuk menyerupai bentuk air terjun Nachi. Momen ketika para peserta bertepuk tangan untuk menghormati gerakan naik-turun mikoshi, yang disebut ritual "Ogi-tate", juga merupakan bagian yang sangat khas dan emosional.
Ogimatsuri dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 14 Juli. Pada malam sebelumnya, tanggal 13 Juli, diadakan "Yoimiya-sai" yang menampilkan tarian tradisional seperti Yamato-mai. Puncak kemeriahan terjadi pada sore hari tanggal 14 Juli, saat Ogimikoshi mulai bergerak menuju air terjun, menciptakan suasana yang sangat energetik dan penuh semangat. Karena diadakan di tengah musim panas yang terik, pengunjung disarankan bersiap menghadapi suhu udara yang tinggi saat malam hari.
Festival ini berfokus pada pengamatan ritual suci yang sakral. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung dinamisme api yang menari di latar belakang air terjun Nachi yang megah. Melihat formasi lingkaran obor besar dan gerakan mengipasi api dengan kipas besar akan memberikan pengalaman visual yang mendalam tentang dinamisme festival tradisional Jepang. Ini adalah kesempatan langka untuk mengamati proses ritual sejarah dengan keindahan visual yang luar biasa.
Lokasi utama festival adalah di sekitar Kumano Nachi Taisha dan Air Terjun Nachi. Kawasan ini merupakan situs suci yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO. Di dekat air terjun, terdapat Kuil Taki Jinja yang menjadi bagian penting dari ritual ini. Anda juga dapat mengunjungi kuil-kuil bersejarah lainnya seperti Kuil Seigantoji, yang memungkinkan Anda menjelajahi kekayaan alam dan sejarah spiritual di Wakayama secara bersamaan.
Festival diadakan di area terbuka dengan banyak tangga batu di tengah cuaca panas bulan Juli. Sangat disarankan untuk membawa minuman, topi, dan kipas untuk menjaga suhu tubuh. Gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki.