
Panduan
Rumah Lama Mori Ogai adalah tempat kelahiran salah satu sastrawan paling berpengaruh di Jepang, Mori Ogai (nama asli: Rintaro). Ia menghabiskan sekitar 11 tahun masa kecilnya di sini sebelum pindah ke Tokyo pada usia 11 tahun. Bangunan ini terletak berseberangan dengan kediaman lama Nishi Amane dengan dipisahkan oleh Sungai Tsuwano. Saat ini, tempat ini ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional yang melestarikan gaya arsitektur era Meiji serta lingkungan tempat tinggal keluarga Mori yang kala itu menjabat sebagai dokter resmi klan (han'i).
Keluarga Mori adalah keturunan dokter resmi klan Tsuwano dengan status sosial yang terhormat. Setelah Mori Ogai meninggalkan tempat ini, bangunan tersebut sempat dipindahkan ke lokasi lain. Namun, pada tahun 1954, dalam rangka memperingati 33 tahun wafatnya Ogai, bangunan ini direkonstruksi di lokasi aslinya oleh kota Tsuwano. Bangunan ini memiliki sejarah sekitar 130 tahun dan ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional pada tahun 1969. Pada tahun 1984, dilakukan perbaikan menyeluruh untuk menjaga struktur bangunan agar tetap kokoh. Dalam wasiatnya, Mori Ogai juga menuliskan perasaan mendalam mengenai tempat ini sebagai akar jati dirinya, menjadikannya situs yang sangat penting secara budaya.

Struktur bangunan ini mempertahankan bentuk asli kediaman dokter klan pada masanya. Pengunjung dapat melihat ruang kehidupan masa lalu dan karakteristik arsitektur yang unik, memberikan gambaran nyata tentang lingkungan tempat sang sastrawan tumbuh. Lokasinya yang dekat dengan Sungai Tsuwano juga memberikan suasana pemandangan yang sangat historis dan tenang.
Sangat disarankan untuk berkunjung pada siang hari saat cahaya matahari cukup terang. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengamati detail arsitektur bangunan dan pemandangan di sekitarnya dengan lebih jelas. Keindahan bangunan ini tetap menawan di berbagai musim, menyatu dengan suasana kota tua Tsuwano yang tenang.

Di sini, Anda dapat mempelajari sejarah secara visual melalui struktur bangunan asli. Di dalam area, terdapat berbagai materi informasi yang berkaitan dengan gaya hidup masa lalu serta penjelasan mengenai gaya arsitektur yang digunakan.
Di sekitar lokasi, terdapat berbagai bangunan bersejarah lainnya seperti kediaman lama Nishi Amane yang menggambarkan sejarah kota benteng Tsuwano. Anda juga dapat menikmati pemandangan sepanjang Sungai Tsuwano dan mengunjungi fasilitas lain yang berkaitan dengan tokoh sastrawan lainnya di area ini.
Karena ini adalah situs pelestarian sejarah, pengunjung diharapkan menjaga perilaku dan berhati-hati saat berjalan di dalam bangunan. Pembayaran tiket masuk biasanya menggunakan uang tunai. Untuk panduan bahasa Inggris, ketersediaannya bergantung pada papan informasi yang tersedia di lokasi. Harap perhatikan area yang dilarang untuk mengambil foto. Mengenai aksesibilitas, toilet tersedia di gedung museum, namun harap diperhatikan bahwa terdapat beberapa perbedaan ketinggian lantai (undakan) di dalam bangunan utama.