
Panduan
Taman Momijidani dibangun dengan memanfaatkan bekas area beberapa kuil yang ada pada era Edo. Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai "Teraya" karena merupakan pusat berkumpulnya banyak kuil. Saat ini, taman ini menjadi tempat di mana sejarah dan alam hidup berdampingan, dengan keberadaan kuil bersejarah seperti Eiko-ji dan Tosen-ji. Daya tarik utamanya adalah perubahan warna daun maple, mulai dari warna hijau segar yang menyejukkan di musim semi hingga warna merah keemasan yang dramatis di musim gugur.
Sejarah taman ini berakar dari era Edo, di mana kawasan ini berfungsi sebagai area pemukiman kuil sebelum akhirnya ditata menjadi taman publik. Selain itu, di dalam taman terdapat monumen yang berkaitan dengan sosok bernama "Dokuritsu," yang konon memberikan pengaruh pada pembangunan Jembatan Kintai. Dokuritsu adalah tokoh yang berasal dari Tiongkadesa pada akhir Dinasti Ming yang kemudian menetap di Jepang dan berkontribusi pada perkembangan medis, pemikiran, serta budaya melalui hubungannya dengan penguasa Iwakuni, Yoshikawa Hirokaga. Di dalam taman, terdapat "Monumen Dokuritsu" yang mengukir puisi tentang hukum alam sebagai penghormatan atas jasa-jasanya.

Terdapat beberapa titik penting yang memiliki nilai sejarah tinggi di dalam taman. Pertama adalah taman Eiko-ji, yang telah ditetapkan sebagai tempat indah (meisho) di Kota Iwakuni sejak tahun 1999. Kedua adalah Kuil Tosen-ji, yang memiliki pohon plum menjuntai (shidare-ume) bernama "Garyo no Ume" yang diperkirakan telah berusia lebih dari 300 tahun. Selain itu, pengunjung dapat mengamati berbagai peninggalan sejarah seperti monumen Dokuritsu di tengah keindahan alam yang asri.
Taman Momijidani menawarkan pemandangan yang terus berubah setiap musimnya. Pada musim semi dan awal musim panas, Anda dapat menikmati kesegaran warna hijau dari daun maple. Sementara itu, pada musim gugur (sekitar Oktober hingga November), pemandangan akan berubah menjadi lautan warna merah dan oranye yang spektakuler. Taman ini terbuka 24 jam, namun waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat perubahan musim berlangsung agar dapat merasakan atmosfer yang berbeda.

Pengunjung dapat menikmati arsitektur kuil bersejarah, taman yang tertata rapi, serta lanskap alam yang menenangkan. Anda bisa berjalan santai menyusuri taman Eiko-ji atau melihat keajaiban pohon plum berusia 300 tahun di Tosen-ji. Menjelajahi taman ini juga merupakan bagian dari rute jalan kaki yang menyenangkan jika Anda sedang berkunjung ke area Jembatan Kintai.
Di sekitar taman, terdapat ikon wisata Iwakuni yang terkenal, yaitu Jembatan Kintai dan Kastil Iwakuni. Rute dari Jembatan Kintai menuju taman merupakan jalur utama bagi wisatawan untuk menikmati keindahan Iwakuni. Selain itu, terdapat jalur pendakian menuju Stasiun Puncak Kereta Gantung (Ropeway Summit Station) yang memungkinkan Anda melihat topografi dan latar belakang sejarah daerah ini dari ketinggian.

Sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki karena terdapat jalur pendakian dan tangga di beberapa area. Harap perhatikan langkah Anda saat melewati tangga kuil. Perlu diketahui bahwa di jalur pendakian menuju stasiun puncak kereta gantung, penggunaan kendaraan seperti sepeda, sepeda motor, mobil, atau skuter listrik dilarang keras (kecuali kendaraan darurat). Untuk pembayaran di fasilitas sekitar, disarankan membawa uang tunai. Anda diperbolehkan mengambil foto pemandangan, namun mohon tetap menjaga etika dan menghormati kesucian tempat ibadah/kuil.