
Panduan
Taman Keluarga Morito yang terletak di Kota Kuwana, Prefektur Mie, adalah ruang yang sangat berharga di mana sejarah dan estetika Jepang menyatu secara sempurna. Ciri khas utama dari taman ini adalah perpaduan antara sejarah panjang yang bermula sejak era Kamakura dengan kompleks bangunan megah yang dibangun pada era Meiji, serta taman kolam luas yang meniru pemandangan Danau Biwa. Dengan luas area sekitar 8.000 tsubo (sekitar 26.450 m2), Anda dapat sepenuhnya menikmati keindahan gaya taman jelajah (kaiyu-shiki) tradisional Jepang. Keistimewaan lainnya adalah keterbatasan waktu kunjungannya, karena taman ini hanya dibuka untuk umum pada periode tertentu di musim semi dan musim gugur.
Sejarah tempat ini sangat panjang, dengan catatan bahwa sebuah pondok telah berdiri di sini sejak era Kamakura. Pada era Muromachi, tempat ini menjadi kediaman klan Yabe, yang merupakan pengikut klan Oda, dan dikenal dengan nama "E no Okudono". Pada era Edo, tepatnya tahun 1686, tempat ini dikembangkan oleh pedagang resmi klan Kuwana dan dikenal sebagai "Yamadachosha Yashiki". Pada tahun 1884 (tahun ke-17 era Meiji), keluarga Morito membeli tanah ini, dan kemudian menambahkan kediaman utama, bangunan bergaya Barat, serta taman Shioiri. Hal ini menciptakan perpaduan budaya unik antara budaya kediaman tradisional Jepang dengan elemen Barat dari era Meiji. Saat ini, banyak bangunannya yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Negara, menjadikannya sangat berharga dalam sejarah arsitektur modern Jepang.

Di dalam taman, terdapat banyak bangunan dengan nilai sejarah tinggi. Hal pertama yang patut diperhatikan adalah "Taman Kolam" yang dirancang untuk meniru Danau Biwa. Berjalan menyusuri tepi kolam ini akan memberikan pengalaman autentik menikmati taman Jepang. Selain itu, "Kediaman Utama (Hontei)" yang dibangun sekitar tahun 1889 memiliki struktur megah dengan ruang teh dan ruang bergaya Barat, mencerminkan gaya hidup masa itu. Keberagaman gaya arsitektur juga menjadi daya tarik, seperti pintu masuk kendaraan yang menyerupai bangunan Kementerian Luar Negeri, serta gerbang besar bergaya Yakarimon. Bangunan lain seperti gudang bata yang dibangun pada tahun 1895 juga menjadi bagian penting yang menceritakan sejarah tempat ini.
Taman Keluarga Morito menunjukkan wajah yang sangat berbeda tergantung pada musimnya. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada