
Panduan
Miyagi Zao Fox Village adalah kebun binatang swasta yang berfokus pada eksibisi rubah, terletak di kaki pegunungan Zao, ketinggian sekitar 590 m di Kota Shiroishi, Prefektur Miyagi. Di sini, terdapat sekitar 250 ekor rubah dari 6 jenis berbeda, termasuk rubah merah (Ezo Red Fox), rubah perak, dan rubah kutub. Fitur utamanya adalah lebih dari 100 ekor rubah yang dilepas bebas di dalam area hutan yang luas dan berpagar, memungkinkan Anda mengamati perilaku alami mereka dari jarak dekat dalam lingkungan yang menyerupai habitat asli.
Asal-usul taman ini berawal dari usaha peternakan sapi milik pasangan pemiliknya. Ketika industri peternakan bulu domestik mengalami penurunan, mereka memutuskan untuk menyelamatkan rubah-rubah tersebut dan mengubah nilai mereka dari sekadar komoditas menjadi 'wisata edukasi dan pameran'. Sejak dibuka dengan format saat ini pada tahun 1990, pengelola juga fokus pada penelitian teknik pembiakan. Saat ini, seluruh rubah adalah hasil pembiakan buatan, dan prosedur seperti pemberian obat cacing serta sterilisasi fasilitas dilakukan secara rutin. Hal ini dilakukan untuk mengelola risiko penyakit seperti echinococcosis yang sering ditemukan pada rubah liar, sehingga menciptakan lingkungan yang aman bagi pengunjung. Selain itu, tempat ini juga berfungsi sebagai fasilitas edukasi yang menerima mahasiswa magang untuk belajar ekologi rubah.

Anda dapat mengamati perilaku alami rubah yang bebas bergerak, seperti menggali tanah atau berbaring santai. Di area dalam ruangan, tersedia area khusus untuk berinteraksi dengan rubah yang bebas dari risiko echinococcosis. Pada periode tertentu, seperti sekitar Golden Week, terdapat pengalaman spesial seperti menggendong anak rubah. Selain rubah, terdapat juga hewan lain seperti kelinci, kambing, dan kuda poni yang dapat Anda temui di sini.
Penampilan fisik rubah berubah drastis tergantung musim. Pada musim panas, tubuh mereka terlihat lebih ramping, namun saat memasuki musim dingin, bulu mereka akan tumbuh sangat tebal dan mengembang (dikenal sebagai tampilan 'mofu-mofu'). Fenomena bulu tebal ini sangat populer di media sosial dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Karena rubah memiliki sifat nokturnal, aktivitas mereka mungkin lebih rendah di pagi hari, namun di siang hari pun banyak individu yang tetap responsif terhadap pengunjung. Perlu dicatat bahwa pada musim dingin (Desember-Maret), akses mungkin terhambat karena salju, namun taman ini buka sepanjang tahun tanpa libur tetap.

Fokus utama di sini adalah merasakan kedekatan dengan ekologi rubah. Di area lepas bebas, Anda bisa melihat mereka bersantai di tanah. Pengalaman unik seperti menggendong anak rubah juga tersedia pada waktu-waktu tertentu. Di dalam area, terdapat juga replika kuil 'Okon Inari Shrine' yang memberikan nuansa budaya lokal, menjadikannya tempat yang menarik tidak hanya untuk pecinta hewan tetapi juga bagi mereka yang menyukai fotografi alam.