
Panduan
Festival Mito Komon adalah perayaan tahunan yang diadakan pada hari Sabtu dan Minggu di minggu pertama bulan Agustus di Kota Mito, Prefektur Ibaraki. Festival ini bertujuan untuk menghormati Tokugawa Mitsukuni (diken-sebagai Mito Komon), penguasa kedua dari klan Mito. Festival ini memiliki sejarah unik yang bermula dari syuting film, dan kini telah menjadi acara utama musim panas yang sangat populer di Kota Mito.
Kegiatan dalam festival ini sangat beragam, mulai dari parade lampion yang memuksi di area pertokoan pusat kota hingga pesta kembang api berskala besar yang diadakan di tepi Danau Senba. Sejak pembaruan pada tahun 2019, festival ini menggabungkan elemen tradisional seperti parade lampion dan prosesi mikoshi (tandu suci) dengan pertunjukan kembang api yang megah, menciptakan perpaduan budaya yang harmonis.
Asal-usul festival ini bermula pada tahun 1961, terkait dengan syuting film 'Mito Komon, Sukesan & Kakusan Oobare'. Hal ini dipicu oleh kunjungan aktor Ryunosuke Tsukigata ke Balai Kota Mito dengan mengenakan kostum Mito Komon. Awalnya dikenal sebagai 'Mito no Tanabata Komon Matsuri', festival ini berakar dari tradisi festival Tanabata dan festival promosi yang sudah ada di area pertokoan Mito sejak sekitar tahun 1935.
Nama festival kemudian diubah menjadi 'Mito Komon Matsuri' pada tahun 1992. Dahulu, terdapat 'Mito Komon Parade' di mana tokoh-tokoh dari drama televisi hadir sebagai tamu kehormatan, sebuah upaya untuk menunjukkan rasa hormat kepada Tokugawa Mitsukuni, simbol sejarah Mito. Meskipun sempat mengalami penyesuaian skala akibat pandemi, festival ini kini kembali diselenggarakan dengan format tradisional yang dinantikan masyarakat.
Highlight utama dari Festival Mito Komon adalah pesta kembang api di tepi Danau Senba. Kembang api skala besar yang menghiasi langit malam adalah momen paling ikonik dalam festival ini. Selain itu, suasana kota menjadi sangat meriah dengan adanya parade lampion dan prosesi mikoshi di area pertokoan pusat kota.
Di area Kamiichi dan sekitar Danau Senba, berbagai aktivitas budaya berlangsung. Melihat barisan orang-orang dengan lampion yang menyala di tengah malam dan gerakan mikoshi yang berakar kuat pada komunitas lokal memberikan pengalaman budaya Jepang yang sangat autentik. Terkadang, tersedia juga tempat istirahat bernama 'Komon-sama no Oyasumi-dokoro' bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak.
Karena diadakan pada minggu pertama bulan Agustus, festival ini berlangsung di puncak musim panas. Waktu paling ramai dan menarik adalah pada malam hari saat pesta kembang api berlangsung, di mana area Danau Senba menjadi pusat keramaian utama untuk menyaksikan kembang api dari tepi danau.
Secara umum, struktur festival terdiri dari parade lampion pada hari pertama dan prosesi mikoshi pada hari kedua. Disarankan untuk menyesuaikan waktu kunjungan Anda ke area pertokoan sekitar Stasiun Mito atau Danau Senba berdasarkan jadwal acara. Harap periksa jadwal detail setiap tahunnya karena dapat berubah tergantung kondisi cuaca.
Selain menonton, Anda dapat merasakan langsung energi budaya lokal. Melalui parade lampion dan prosesi mikoshi, Anda bisa melihat bentuk festival tradisional Jepang dari dekat. Area pertokoan juga biasanya dipenuhi dengan berbagai stan makanan dan acara pendukung lainnya.
Menonton kembang api di Danau Senba adalah pengalaman yang tidak akan Anda temukan di tempat lain. Pemandangan kembang api yang besar menjadi simbol musim panas di Mito. Anda juga dapat menikmati rangkaian acara musim panas lainnya di wilayah ini, seperti kompetisi renang di Sungai Naka atau festival lampion di Bizenbori.
Lokasi utama festival berada di area Danau Senba dan Kamiichi, yang terletak di sebelah timur Stasiun Mito. Area Danau Senba sangat ideal untuk menonton kembang api, sementara area Kamiichi menjadi pusat parade lampion. Jarak dari Stasiun Mito ke Danau Senba cukup dekat dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Selain itu, terdapat juga tempat bersejarah seperti Kairakuen di dalam kota Mito yang bisa dikunjungi sebagai bagian dari perjalanan wisata Anda. Harap diperhatikan bahwa stasiun sementara (seperti Stasiun Kairakuen) mungkin tidak beroperasi secara rutin, jadi pastikan rencana perjalanan Anda.
Untuk kenyamanan Anda saat berkunjung, harap perhatikan hal berikut: