
Panduan
Minobusan Kaibyakue & Nyuzan Gyoretsu dikenal sebagai salah satu dari tiga upacara paling penting di Gunung Minobu, Prefektur Yamanasi. Acara ini diadakan untuk memperingati peristiwa bersejarah kedatangan pendiri aliran Nichiren Shoshu, Nichiren Daishonin, dari Kamakura menuju Minobu. Diselenggarakan setiap tahun dari tanggal 15 hingga 17 Juni, acara ini memadukan kekhidmatan ritual keagamaan dengan kemeriahan festival tradisional Jepang. Prosesi yang bergerak diiringi suara drum taiko melambangkan sejarah iman yang berakar kuat di wilayah ini.
Inti dari acara ini adalah peringatan kedatangan Nichiren Daishonin ke Minobu. Tanggal ini sangat penting karena menandai langkah sejarah sang pendiri. Gunung Minobu telah lama menjadi tempat suci bagi aliran Nichiren Shoshu, menyambut banyak praktisi dan peziarah selama berabad-abad. Prosesi ini bukan sek hanya sekadar upacara, melainkan proses pewarisan budaya untuk melacak jejak sang pendiri dan menyampaikan sejarahnya ke masa kini. Sosok orang-orang yang mengenakan pakaian tradisional bersejarah dalam barisan yang panjang menceritakan kedalaman budaya religi Jepang.
Ciri khas utama dari prosesi ini adalah skala dan komposisinya. Di bagian depan, para biksu menabuh drum taiko untuk menandai dimulainya ritual. Setelah itu, muncul kemegahan sosok tinggi seperti Hoshugeika (Pemimpin Agung) yang berada di dalam tandu, diikuti oleh prajurit berkuda yang gagah, serta banyak biksu dan pengikut lainnya. Sekitar 400 orang akan berjalan dari Somon hingga ke bekas kediaman kakek (Gosho-ato), menciptakan pemandangan tradisional Jepang yang sangat padat dan autentik. Ritual diakhiri dengan upacara besar di lokasi bekas kediaman tersebut.
Acara ini diadakan setiap tahun pada periode 15 hingga 17 Juni. Tanggal 17 Juni adalah hari yang paling penting untuk memperingati kedatangan pendiri. Waktu pelaksanaan berpusat pada pagi hari, mulai pukul 09:00 hingga sekitar 11:30. Ini adalah waktu terbaik untuk merasakan ritual yang khidmat di tengah keindahan alam Gunung Minobu di awal musim panas.
Pengunjung dapat merasakan langsung bagian dari ritual tradisional Jepang yang melibatkan orang-orang dengan pakaian bersejarah. Anda dapat merasakan pengalaman unik yang menggabungkan elemen visual dan auditori, seperti dentuman drum taiko, kehadiran prajurit berkuda, dan kemunculan Hoshugeika. Ini adalah kesempatan berharga untuk memahami lebih dalam tentang budaya spiritual dan tradisi keagamaan Jepang, lebih dari sekadar kunjungan wisata biasa.
Di sekitar Gunung Minobu, terdapat banyak kuil bersejarah dan titik wisata alam yang indah. Area di sekitar bekas kediaman kakek (Gosho-ato), yang menjadi panggung utama prosesi, memiliki atmosfer sejarah yang kental. Pegunungan dan lingkungan alam di sekitarnya menambah kesan sakral pada upacara ini.
Karena ritual ini melibatkan pergerakan di luar ruangan, disarankan mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki dan pakaian yang memudahkan pergerakan. Selain itu, perhatikan perubahan suhu dan cuaca di bulan Juni.