
Panduan
Mino Matsuri adalah festival musim semi tradisional yang diadakan setiap bulan April di Kota Mino, Prefektur Gifu. Ritual ini telah berlangsung sejak zaman Edo dengan tujuan memohon kesuburan tanah dan panen yang melimpah. Ciri khas yang paling menonjol adalah dekorasi cerah menggunakan kertas Mino (Mino Gami). Terutama 'Hana Mikoshi', sebuah tandu yang dihiasi sekitar 300 bunga dari kertas Mino berwarna merah muda pekat, yang menjadi simbol ikonik festival ini. Selain itu, parade ini juga menampilkan kereta festival (dashi) yang dilengkapi dengan boneka mekanik (karakuri) yang sangat detail, dibuat antara era Edo hingga Meiji, memamerkan kemahiran teknik tradisional di tengah suasana kota yang bersejarah.
Festival ini merupakan tradisi yang berlanjut sejak zaman Edo sebagai ritual untuk memohon panen yang melimpah. 'Hana Mikoshi' yang memanfaatkan teknik kertas Mino memiliki sejarah panjang sejak tahun 1900 (Meiji 33) dan merupakan aset budaya yang berharga. Salah satu puncak acara, 'Mino Nagashi Niwaka', juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda nasional, yang menunjukkan nilai budaya lokal yang sangat tinggi. Musik pengiring (hayashi) dan tarian yang diwariskan secara turun-temurun oleh generasi muda setempat terus menjaga sejarah Kota Mino tetap hidup.
Sorotan festival ini berbeda tergantung pada hari pelaksanaannya. Pada hari Sabtu, 'Hana Mikoshi' yang dihiasi bunga dari kertas washi buatan tangan akan berkeliling kota. Pada hari Minggu, fokus beralih ke kemunculan 'Dashi' (kereta festival) yang bersejarah dan parade tarian. Beberapa dashi yang unik antara lain 'Utsuboguruma' yang menampilkan perubahan wajah monyet saat menari, 'Sanrinsha' dengan boneka miko, serta 'Funadashi' yang membawa figur Empress Jingu dan Takeuchi no Sukune. Selain itu, pemandangan orang-orang yang mengenakan kostum karakter seperti Momotaro, Urashima Taro, dan Hanasaka Jiisan yang berjalan di antara kereta festival juga menjadi ciri khas yang menarik.
Mino Matsuri diadakan setiap tahun pada hari Sabtu kedua dan Minggu kedua bulan April. Hari Sabtu berfokus pada 'Hana Mikoshi', sementara hari Minggu berfokus pada 'Dashi dan Parade'. Mulai sore hari di kedua hari tersebut, 'Nagashi Niwaka' akan dilaksanakan. Dalam Nagashi Niwaka, musik dari seruling, drum, dan berbagai perkusi lainnya akan mengiringi parade yang berkeliling kota melalui belasan titik yang telah ditentukan. Suasana saat musik pengiring bergema di tengah pemandangan kota saat senja adalah waktu yang paling emosional dan patut dinantikan.
Saat menonton, jangan hanya melihat secara visual, tetapi perhatikan juga detail komponen festival. Misalnya, perhatikan gerakan mekanik (karakuri) pada dashi, detail kostum parade, serta tekstur bunga yang terbuat dari kertas Mino yang menunjukkan keahlian pengrajin. Melalui Nagashi Niwaka, Anda dapat merasakan energi dan semangat kebersamaan masyarakat setempat yang menyatu dengan musik. Ini adalah pengalaman berharga untuk memahami budaya ritual tradisional Jepang secara mendalam.
Lokasi utama festival adalah di sekitar area 'Udatsu no Agaru Machinami' (kawasan kota dengan arsitektur tradisional) dan sekitar Kuil Hachiman di Kota Mino. Area ini dikenal dengan pemandangan indah dari bangunan-bangunan bersejarah yang berdiri megah. Di sela-sela festival, Anda dapat berjalan-jalan santai menikmati keindahan kota dan sejarah lokal. Di sekitar area ini juga terdapat berbagai titik yang memungkinkan Anda merasakan budaya dan sejarah kertas Mino.
Selama festival, Anda akan banyak bergerak di luar ruangan dan berdiri untuk menonton. Kenakan pakaian yang nyaman untuk bergerak. Karena 'Nagashi Niwaka' berlangsung hingga malam hari, disarankan membawa jaket atau perlengkapan untuk menghalau dingin serta lampu kecil jika diperlukan. Untuk transaksi di kedai makanan (yatai) di sekitar lokasi, Anda akan membutuhkan uang tunai. Sangat disarankan untuk menyiapkan uang tunai (Yen) sebelumnya. Karena ini adalah ritual suci, harap jaga etika dan jangan menghalangi jalur pejalan kaki saat menonton.